Author: rahmafi3

Casts: park rinrin (admin)

Yoo seung ho

Heo young saeng (ss501)

“bagaimana pendapatmu??” tanyaku penasaran, bertanya pada teman baikku yoo eun young. ”apa?” memang bukan waktu yang tepat. Dia sedang sibuk. “hmm.. yoo seung ho oppa.” “mian, tadi kau bilang siapa?”, tanyanya lagi. “yoo seungho? Teman seangkatan kita? Bukankah dia dan kita berbeda kelas?”, tanyanya lagi meyakinkan diri. “ya, benar. Aku ingin berteman baik dengannya setidaknya. Kau tahu maksudku kan?” kataku malu-malu. ”ishh..” dia memutar matanya ”teman apa teman.” katanya tersenyum kemudian memelukku. ”Sebaiknya kau pikirkan saja dulu. Setidaknya pastikan.”

~  ~

Aku memikirkan ulang apa yang dikatakan yoo eun young. ”pastikan saja dulu” sepertinya penuh makna. Tentu saja aku harus memastikan yoo seung ho oppa. Pikiran yang melelahkan membuatku tertidur.

Aku bangun cepat hari ini menunggu temanku eun young datang. Biar kutebak. Dia pasti terlambat lagi. Kebiasaannya itu tidak bisa diubah. Mungkin aku bisa pergi ke tempat penjual komik sebentar. Aku membolak-balik stok baru. Dimana hiyokoya shopku yang baru?? Belum terbitkah? Aku sudah menunggunya selama 2 ½ bulan. Aigoo!! Dengan lesu aku berjalan kearah majalah. Aku memang tidak terlalu menggemarinya. Tapi ada satu majalah yang menarik perhatianku.

Covernya bertuliskan ”Tanda-tanda pria menyukai anda.” wuahhh.. bisa kupakai untuk memastikan tidak ya? Tanpa berpikir aku langsung aku langsung membelinya dan berlari ke kelas.

Aku membukanya dan membaca judul paragraf pertama. ”Dia senang mengerjakan aktifitas yang paling sepele bersama anda.” hal sepele? Seperti apa? Ah! Makan di kantin! Tapi, apa yoo seung ho oppa akan mengajakku makan di kantin?

Istirahat tiba, aku langsung pergi ke kelas sebelah. ”Oppa!” aku sengaja mengejutkannya. Dia temanku semenjak smp. Tapi kami jarang mengobrol karena berbeda kelas. ”apa?” tanyanya terkejut dan sedikit tidak senang. ”hmm.. aku lapar.” berusaha memancingnya tapi segan. ”pergi saja sana ke kantin! Jangan ganggu aku, aku sedang sibuk.” katanya mengusir. Hiks-hiks..

Aku berjalan pelan keluar dari kelasnya, sambil meratapi nasib. ”Rinrin!!!” youngsaeng oppa keluar dari kelas kami. ”aku sudah mencarimu kemana-mana.” dia temanku semenjak sd. ”mau apa?” tanyaku masih sedih. ”kkaja! Kita makan!” dia menarik tanganku tapi aku menepisnya. ”tidak lapar.”suara datar mencerminkan moodku. ”oh” tampaknya youngsaeng mengerti maksudku. ”ya sudah kalau begitu. Da!” dia melambaikan tangan padaku dan pergi. ”sampai jumpa lagi!” teriaknya.

”Majalah ini!!!” pikirku kesal. Membolak-balk majalah itu dengan tidak karuan. Aku melihat judul paragraf kedua ”Dia menceritakan anda kepada semua temannya.” mungkin yang ini bisa berhasil. Aku hanya harus menemuinya di lapangan dan dia akan memperkenalkanku pada semua temannya.gampang kan? Lalu mulai menceritakanku. Aerrasseo!!!

”annyeong!” sapaku di depan yoo seung ho oppa dan teman-temannya. ”Hmm..” hanya begitu jawabnya. What?! Hanya begitu responnya? Hiks. Huuhh aku menghembuskan nafas berat.berjalan lemah meninggalkan mereka. Aishhh… ada sarang penyamun satu lagi. Young saeng yang menjadi pusat perhatian. Ternyata tidak hanya wanita yang hobi mengobrol panjang lebar. Aku baru tahu. Kemudian aku mendengar teriakan salah satu teman youngsaeng. ”PARK RINRIN?” serempak semua orang di sarang penyamun itu menutup mulutnya. Sepertinya youngsaeng tidak melihatku disini. Apa yang dia ceritakan pada temannya tentangku. Awas saja kalau dia cerita yang tidak-tidak. Hehh~~*smirk

Pelajaran biologi dimulai.kami dibagi menjadi berkelompok. Satu kelompok terdiri atas empat orang. Di kelompokku ada aku (oh tentu saja), eun young, youngsaeng, dan satu orang temanku yang aku kebetulan tidak mengingat namanya. Aku payah dalam mengingat nama. Tapi aku pasti ingat wajahnya. “hei youngsaeng! Nanti main basket setelah pulang sekolah di rumah seonsaeng.”tegur teman youngsaeng. “hari ini. Baik!” kemudian mereka ber high five.

Aku membaca judul paragraf ketiga. “dia pilih bersama anda ketimbang dengan temannya.” Benarkah? Sepertinya aku harus melewatkan paragraf satu ini. Yoo seung ho oppa tidak akan meninggalkan temannya. Aku yakin.

“JUNGMIN OPPA!!!” aku berteriak pada oppaku di telfon. Saudara laki-lakiku. ”OPPA!” katanya dia tidak bisa menjemputku. Aishh… aku pulang naik apa? Eottokhae?

Sebuah mobil berhenti di depanku. Si pemilik membuka jendelanya. ”rinrin kenapa belum pulang?” ternyata youngsaeng. Kenapa seharian ini aku elihat wajahnya? ”mau pulang bagaimana?” sahutku berbisik. ”mana oppamu?” tanya youngsaeng, dia tahu biasanya jungmin oppa yang menjemput. ”dia bilang tidak bisa jemput.” curhatku. ”kasihan!” youngsaeng malah meledekku dan tertawa cekikikan. Hehh… ”mau aku antar?” akhirnya aku bisa pulang. Aku langsung ersenyum ”dasar. Masuklah.” dia membukakan pintu dari dalam mobil.

”jadi bukankah kau mau main basket dengan temanmu di rumah seonsaeng?” tanyaku memecah keheningan. Maksudku keheningan antara kami. Youngsaeng sedang menyetel lagu ballad. Aku membaca judulnya di dasbor. ”sarangeun geojyeo (it’s love)” lagu yang cukup menusuk hati. ”main basket dengannyakan bisa lain waktu. Kau mau aku menurunkanu di tengah jalan? Mau makan siang?” tawarnya.

~~

Aku memikirkan kejadian tadi untung ada youngsaeng. Aku harus membuat perhitungan dengan jungmin oppa. Kekeke…  aku mengambilmajalah itu untuk melihat paragraf keempat. ”Dia selalu merinduka anda.” dan membaca kutipan di dalamnya. ”anda akan sulit menyingkirkan yang satu ini.”seperti apa? Tanyaku dalam hati. Apa dia menelfon atau memberi pesan singkat? Ah! Jenius! Pesan singkat. Aku harus memberi seungho pesan singkat kemudian dia akan membalasnya! Hmm… this is it! Aku mulai mengetik.

”annyeong, seung ho oppa sedang apa??

Rinrin.” lalu aku mengirimnya.

Aish.. park rinrin babo! Orang macam apa yang bangun jam segini! Aku memarahi diriku sendiri. Sudah 15 menit aku menunggu balasan dari seungho. Sayangnya tidak ada balasan sama sekali. Aku melirik jam. Masih jam 8 kok.tidak begitu larut.

Suara apa itu? HANDPHONEKU BERBUNYI!! Ada balasan akhirnya! Aku tersentak dari tempat tidur terlalu senang. Lalu membaca pesannya.

”hai rinrin sedang apa?” aku menahan nafasku memastikan sang pengirim. Bukan nama yoo seung ho oppa yang tertera disana. Youngsaeng? Ishh…

”kau mau apa?” balasku. Dan memulai berbalas sms dengannya.

~~

Bagus sekali. Hari minggu tapi aku harus mengerjakan tugas biologi? Bersama tiga orang itu. Aigoo!! Mengalihkan perhatian aku membaca judul paragraf kelima. ”Dia lebih memilih menemani anda daripada melakukan aktifitas kesukaannya.” makin lama aku membaca majalah ini aku merasa tidak waras. Itu karena belum satupun hal yang cocok dengan seung ho oppa.

Jungmin oppa mengantarku ke rumah youngsaeng. Padahal tadinya kami mau mengerjakan tugas itu dirumahku. Tapi masalahnya teman-teman ss501 jugmin oppa akan datang. Tentu saja aku yang mengalah.dan jungmin oppa mengantarku 1 jam lebih cepat. Seharusnya kami berkumpul di rumah youngsaeng jam 9 tapi aku sudah datang jam 8, entah dia sudah bangun atau belum.

Aku memencet bel rumahnya dengan ragu. Jungmin oppa sudah kabur. Seseorang membukakan pintu. ”oh rinrin sudah datang?” sapa umma youngsaeng ramah. Ummaku dan umma youngsaeng berteman layaknya aku dan youngsaeng. ”cepat sekali datangnya. Youngsaeng masih game di dalam. Mari masuk.” aku masuk ke ruang tamu, menunggu. Ummanya mengambilkan air. Kemudian datang lagi.

”lho kenapa masih berdiri disini?” tanya ummanya youngsaeng. Jadi mau dimana lagi? Aku bingung. ”youngsaeng ada dikamarnya. Ayo naik.” What?! Memang sih dulu aku sering main ke rumah youngsaeng saat ummaku menemui ummanya. Tapi kan aku bukan sd lagi!!! ”hmm… ajumma.” aku berusaha menyadarkannya sebelum terlambat. Kami masih di tangga. ”ne” jawabnya tenang sambil membuka pintu kamar youngsaeng. Kami sudah sampai. Youngsaeng sedang asik bermain game. Mungkin dia tidak sadar ada yang masuk kekamarnya. ”youngsaeng?” umma youngsaeng berusaha menyadarkannya. ”youngsaeng?” panggil ummanya lagi. ”ne?” youngsaeng menjawab tapi tetap fokus pada permainannya. Kamar youngsaeng tergolong rapi. Hanya meja belajar dan lantai di dekatnya berantakan karena cd, entah itu fil atau game. Sepertinya game, dasar pecinta berat. ”ada rinrin datang” ummanya menjelaskan.

”ne. Dia akan datang nanti.” hah? Percakapan ini tidak nyambung. Sepertinya youngsaeng belum sadar. ”hmm-hmm. Youngsaeng, tapi rinrin sudah datang.” umma youngsaeng mencoba menariknya ke kenyataan. ”Benarkah?” dengan terkejut youngsaeng membalik badan lalu melihatku dengan ummanya, kemudian tersipu malu. Aegyo!!! Oops.

”umma tinggal ya.” umma youngsaeng pergi. ”cepat sekali kau sampai.” kata youngsaeng sambil membetulkan posisi duduknya. ”oppaku kedatangan temannya.”youngsaeng berpikir sejenak. ”ss501?” tebaknya. Aku mengangguk saja.

”lanjutkan saja mainnya. Aku akan menuggu di bawah.” kataku tidak enak. Membangunkannya dari dunianya. ”a-a-ah” katanya terbata. ”tidak mungkin aku membiarkanmu diam sendirian. Lagipula aku bisa main lai waktu, dan kau belum tentu datang lagi. Kkaja! Kita dibawah saja. Kamarku berantakan.” dia menarikku menuruni tangga.

~~

”jungmin oppa keterlaluan!”bisikku dalam hati. Alarmku mati dan teganya dia tidak membangunkanku. Dan akhirnya aku terlambat masuk sekolah, padahal inikan hari senin!!!

Bagus! Sekarang aku sedang membersihkan taman dari daun yang berguguran. Dan parahnya sendirian. Aku hanya membawa majalah aneh itu. Entah kenapa aku masih membacanya. Tidak ada yoo seung ho oppa disini. Apalagi yoo eun young. Padahal biasanya dia terlambat. Eommona! Sial benar aku hari ini.

Aku membolak-balik majalahnya. Membaca judul paragraf ke 6 ”Dia berusaha keras menyenangkan anda.” tidak rasional menurutku. Ada 8 paragraf. Aku tidak tahan lagi. Aku langsung membaca paragraf ke 7 ”Dia mengatakan punya masa depan bersama anda.” tuh kan artikelnya tidak waras. Satu paragraf terakhir, aku langsung membaca judulnya. ”Dia tidak bisa melewatkan betapa cantiknya anda.”

Tidak bisa kupercaya. Dari berusaha menyenangkan, sampai tidak dapat melewatkan? Baik aku kapok untuk beli majalah.

Tiba-tiba youngsaeng datang. Dia seperti hantu akhir-akhir ini. Bisa muncul dimana saja. ”Rinrin!” sapanya. ”bagaimana bersih-bersihnya?” dia melihat sekeliling. ”kenapa?” tanyaku lelah. ”mari!” dia mengambil sapu dari tanganku. ”kkaja! Kalau berdua pasti lebih cepat selesai. Mau mulai dari mana?” semangat sekali dia.

Kekeke.. tidak bisa dipungkiri. Youngsaeng sangat membantu. Etidaknya pekerjaannya lebih bersih daripada aku. Sudah selesai. Kami duduk di bangku taman sambil minum. Aku mentraktirnya minum tanda terimakasih. ”gamsahamnida.”

”Ini!” youngsaeng menyodorkanku sebuah plastik. ”untukmu. Kata ummaku yang ini bagus, jadi kubelikan untukmu. Pakailah, akukan sudah membantumu.” ooh jadi ada syaratnya? Tapi aku penasaran apa isinya. Sebuah bando biru yang simpel, (maksudku manis). ”kau pintar memilih. Tapi kau tahukan aku tidak pakai yang beginian.” aku mengembalikannya lagi.. ”terima saja. Pkoknya pakai sekarang. Pulang nanti terserah mau kau apakan. Dibuang juga boleh. Tapi jangan beritahu aku ya.” katanya sambil tersenyum. Dibuang? Aigoo! ”berikan saja pada pacarmu!” balasku. ”maunya sih begitu. Tapi kau tahukan aku belum punya pacar.” aku mengambil bando itu dengan cepat dan menatapnya penuh arti. Perdebatan itu tidak berjalan mulu, padaku tentunya. ”bagaimana?” aku sudah memakainya.

Tentu saja dia tersenyum menang. ”keke. Sini aku betulkan.” katanya sambil membetulkan poni dan rambutku. Heartbeat? Omo! Tidak pasti karena aku hanya terlalu sering mendengar lagu 2pm heartbeat. Tapi kejadiannya kan berbeda.

”beginikan kau jadi lebih manis. Sepertinya semua perempuan memakai barang yang seperti ini. Tapi kenapa kau tidak ya?” dasar sok tahu. ”ah! Aku tahu mungkin ada yang bermasalah dengan otakmu.” kenapa aku baru sadar kalau youngsaeng itu ternyata aegyo sekali. Wanita mana yang tidak aan meleleh dibuatnya? Eottokhae.

”Rinrin? Rinrin?” youngsaeng melambaikan tangannya ke mataku yang tidak fokus. ”ada yoo seungho lewat” masih berusaha membangunkanku. ”yoo seung ho yang mana?” tanyaku masih tidak fokus. ”itu!” dia langsung mengarahkan kepalaku ke arah yoo seung ho oppa. ”oh dia.” kataku datar. Tidak ada rasa suka lagi. Apa?!

Dengan cepat aku mengambil majalah itu dan membaca semua judul paragrafnya. Baru kusadari semuanya cocok. ”cocok!” bisikku. ”apanya?” tanya youngsaeng tapi tidak kuhiraukan. ”lihat saja di universitas nanti kau tidak akan pernah tidak menghiraukanku lagi.” kata youngsaeng ngambek. Semuanya cocok dengan youngsaeng.

Aku masih menatap majalah itu. Ishh… youngsaeng merasa tersisih. Mengambil majalah itu lalu membuangnya. ”Hey apa yang kau lakukan?” kataku terkejut. Ternyata dia sudah menyiapkan kamera handphonenya dan menjepretku. ”Kau ini!” lalu kejar-kejaran dengannya seperti anak kecil.

~Mulai sekarang aku akan berteman baik dengannya.~

*the end

author:”kalau mau fanfiction buatannya aku post kirim aja ke email rahma301@yahoo.com atau mau aku bikinin tapi castsnya kamu chingu boleh, sms aja ke 081264905263 kasih tau aku nama asli kamu trus nama kamu yang lain (nama korea, nama jepang, nama inggris, dll) dan kasih tau aku casts lawan mainnya (boyband, solo, aktor/aktris.) thanks!!

follow me in facebook rahma301@yahoo.com (rahma fridayana)

twitter @ottershimi.

Advertisements

About 501island

Hi, There! Just visit this fansite^^ fanfiction, news, and others.. let's play around

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s