*Aku membuatkan ini untuk chingu baruku, Devi. Mian kalau postnya lama^^ kekeke


Author: Rahmafi3
Casts: Han Soo Mi (Devi)
Kim Hyun Joong (ss501)
Heo Young Saeng (ss501)
Kim Kyu Jong (ss501)
Park Jung Min (ss501)
Kim Hyung Jun (ss501)

”Cepatlah cari pasanganmu segera.” ummaku yang bawel mulai merengek. ”ne, umma akukan masih 20 tahun”. Umurku memang masih 20 tahun. Terlalu dini bagiku. Mungkin. Ummaku menyuruhku mencari soulmate agar segera menikah. Benarkan masih terlalu dini. Aku masih mau mengejar cita-cita.
”Umma tidak mau tahu.” dia meneruskan pembicaraannya. Memangnya aku ingin tahu? ”Kau harus perkenalkan pada umma pria pilihanmu. Atau kau akan kujodohkan saja.” aku tersentak mendengar perkataan ummaku. Zaman sekarang masih ada perjodohan? ”umma?!” aku menyadarkan ummaku kalau aku tidak suka dijodohkan. ”mau apa lagi. Kau mau tidak laku-laku?”
”siapa bilang aku tidak laku-laku?” aku mulai membantah. Masa umaku sendiri terlalu merendahkanku. Memangnya aku sejelek itu? ”kalau begitu kenapa sampai sekarang kau tidak membawa siapapun kemari?” aku terdiam. Aku memang tidak pernah membawa siapapun kehadapannya. ”baik akan kubawa.”
”kapan?” ummaku mulai cerewet lagi. ”aku akan bawa minggu depan!” aku sudah tidak tahan. Oops. Siapa yang akan kubawa? Pelan-pelan aku melirik ummaku yang berdiri di depan pintu kamar tidurku. Tampaknya dia sedang menimbang-nimbang. Raut yakin di wajahnya membuatnya keluar dari kamarku. Akhirnya. Tapi dari mana aku dapat pasangan dalam waktu satu minggu?

*Hari pertama

Aku mulai menghitung hari. Hari senin ini. Dari mana kira-kira aku harus memulai? Aku sudah sampai di kampus. Belum ada satupun temanku yang datang. Terlambat.bahkan mereka tidak mau tahu dosen masuk atau tidak. Maaf sebenarnya aku yang datang terlalu cepat.
Aku melihat kearah parkiran. Ada seorang namja disana. Berdiri dengan kerennya. Dia adalah anak yang paling terkenal di kampusku. Kim Hyun Joong. Dia sedang memegang handphone. Pasti sedang berbicara dengan segudang pacarnya. Yeoja mana sih yang tidak tertarik padanya? Bahkan aku merasa priapun tertarik padanya.

Kelas dimulai. Semua murid sudah masuk ke dalam ruangan. Walaupun ada yang terlambat satu-satu. Hari ini Jungmin seonsaengnim masuk kelas. Dia guru bahasa kami. Dan asisten dosen tepat dibelakangnya. Murid terpintar. Hanya murid yang paling pintar yang bisa jadi asisten dosen. Tapi walaupun dia pintar Jungmin seonsaengnim selalu memarahinya. Mereka berdua bahkan tidak pernah akur. Tapi mereka selalu bersama. Kuakui kalau Jun itu ceroboh. Dia teman sekelas kami. Tapi asisten dosen itu sibuk. Aku memakluminya. Setidaknya ada yang membuat kami tersenyum.
“annyeong soo mi. Bagaimana kabarmu hari ini?” Kyu mulai mengajakku berbicara. Dia baru saja sampai. Terlambat. Tapi seonsaengnim tidak menyadarinya. Dia sedikit terengah. “baik, bagaimana lari pagimu?” aku mengajaknya bercanda. Dia jelas berlari karena terlambat. Tapi dia tidak tahu apa yang kumaksud. Wajahnya bigung.
Kemudian aku mendengar suara tawa kecil di samping kananku. Bukan kyu dia berada disamping kiriku. Aku menoleh ke kanan. Youngsaeng. Dia murid yang agak aneh. Dia sangat pendiam. Bahkan kupikir dia tidak pernah bicara dengan siapapun. Tumben dia bisa tertawa. Aigoo. Aku langsung memalingkan wajah. Ternyata dia manis sekali. Eommeona! Aku pikir apa sih. Aku langsung menggeleng capat.

*Hari kedua

Benar-benar. Aku tidak bisa melakukan ini. Aku mulai putus asa. Padahal masih baru dua hari. Tapi aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan. Dan parahnya Jungmin seonsaengnim memberikan tugas. Walauun malas aku harus mengerjakannya. Aku tidak mau sampai harusmengulang semester.
Aku sedang berada di perpustakaan. Menunggu kyu. Tapi dia belum datang-datang juga. Sudah setengah jam. Sepertinya aku harus memilih buku duluan. Aku meletakkan tasku dan mulai mencari. Dimana bagian bahasa dan kebudayaan korea?
Diantara semua buku yang ada disini aku hanya tertarik pada tiga buku. Sebenarnya maksudku untuk tugas kami. Jungmin seonsaengnim selalu memberi tugas setiap minggunya. Aku memilih tempat. Walaupun perpustakaan ini hening sekali tapi cukup ramai. Oh, ya. Kalau tidak salah tempat paling pojok sana di belakang lemari selalu kosong. Bahkan aku rasa kyu pun tidak akan bisa menemukanku. Biarkan saja dia mencariku sebentar.
Aku mengambil tasku. Dan berjalan ke pojok perpustakaan. Ada seorang yeoja duduk disana. Menutup wajahnya dengan buku. Maksudku dia sedang membaca buku itu dan menaruhnya tepat di depan wajahnya. Jadi aku tidak bisa melihat yeoja itu.
“boleh aku duduk disini?” tanyaku.tidak mau bersikap tidak sopan. “ne, tentu saja.” Yeoja itu meletakkan buku ke meja. Kemudian aku duduk. Dan melihat kearahnya. “Youngsaeng?” aku terkejut. Sepertinya dia terkejut juga.
“Soo mi?” dia langsung celingak-celinguk. “youngsaeng apa benar itu kau?” aku masih tidak percaya. Sungguh aku tidak berbohong saat bilang kalau youngsaeng mirip yeoja. Menurutku dia juga cantik. “eh, ia ini aku.” Dia menjawabku dengan malu-malu.
“kau mau apa?” tanya youngsaeng mencurigaiku. Memangnya menurutnya aku mau apa? “mengerjakan tugas dari jungmin seonsaengnim. Kau kira aku mau apa?” aku masih mau memastikan. Semoga dia tidak berpikir lain.
Handphoneku bergetar. Ada sms masuk. Aku sudah menunggunya setengah jam, dan akhirnya kyu memberitahuku kalau dia tidak bisa pergi.
Youngsaeng meregangkan tubuhnya. Tampaknya dia sudah lama disini. Terserah. Aku harus cepat-cepat mengerjakan tugas.

“Huuaahhh….!” aku menguap. Menganuk dan melirik jam. Sekarang jam 4 sore. Sudah tiga jam aku disini dan semua badanku pegal-pegal. Aku sedikit melirik youngaeng. Dia diam saja dari tadi. Tidak ada satupun hal yang kami bicarakan. “youngsaeng?” aku menyapanya. Tidak ada jawaban. “youngsaeng?” aku mencoba memanggilnya lagi. “youngsaeng?” aku membalikkan badan dan melihat wajahnya lebih dekat. Dia tidur. Dia tidur? Kemudian aku senyum-senyum sendirian. Dia lucu juga. Bisa tidur di perpustakaan. Kupikir kejadian ini hanya terjadi di film.
“youngsaeng?” aku menggoyangkan tangannya. Dia belum bangun. “youngsaeng?” aku menggoyangkannya sedikit lebih keras. Dia membuka matanya pelan-pelan. Meregangkan tubuhnya pelan-pelan, lagi. Kemudian mengucek matanya. Aduh dia aegyeo sekali. Aku langsung menyadarkan pikiranku.
“ne?” dia menjawabku. “apa kau sudah selesai?” aku mengingatkannya. Dia juga mengerjakan tugas dari jungmin seonsaengnim. “tentu saja aku sudah selesai. Aku tidak akan tidur kalau belum selesai.” Dia mengucapkannya dengan cepat. Dia melihatku. “kau?” tanyanya. “apa?” tantangku. “sudah selesai belum?” katanya.
“belum.” Tapi aku sudah lelah sekali. “kemarikan biar aku bantu.” Setidaknya ada yang membantuku. Satu jam sudah berlalu dan akhirnya pekerjaanku selesai.

“kau pulang naik apa?” tanya youngsaeng, aku yakin hanya untuk berbasa-basi. Aku tidak menjawabnya. Kami berdua sedang beres-beres untuk pulang. Dia melihat ke arahku. “mau kuantar?” youngsaeng menawarkan diri. “ah tidak-tidak usah. Aku bisa sendiri.” Aku merasa sungkan. Karena ini yang pertama kali aku dan youngsaeng berbicara. Dan untung saja dia tidak tahu kalau aku mengiranya seorang yeoja tadi.
“tidak apa-apa, kok.” Dia meyakinkanku. “kau tidak akan kubawa kabur.” Dia tersenyum. Merasa lucu dengan perkataannya. “aku juga tidak menggigit.” Kali ini dia yang membuatku tersenyum. “benarkah?” setidaknya ada yang mengantarku pulang.

*Hari Ketiga….

.
..

….

*Hari Keempat……

.
..

….

*Hari Kelima…..

.
..

….

*Hari Keenam

Tak kusangka youngsaeng menjadi dekat denganku. Bahkan kyu terkejut. Sekarang sepertinya youngsaeng sudah lebih terbuka. Perasaanku saja mungkin. Tapi dia sudah mulai agak banyak bicara walaupun benar-benar sedikit.
Hari ini aku pulang lagi bersama youngsaeng yang baik hati. Dia mau mengantarku pulang. Kyu. Tentu saja mengantar pacar barunya pulang. Kyu menjadi sibuk akhir-akhir ini.
“Youngsaeng?” youngsaeng sedang sibuk meyetir. Memang tidak terlalu banyak hal yang kami bicarakan. “ne?” setidaknya dia meresponku. “apa kau percaya adanya soulmate?” youngsaeng memiringkan kepalanya. Berfikir. “soulmate?” dia masih berpikir. “pasangan yang akan terus denganmu sehidup semati? Dan dia hanya diciptakan untukmu?” aku mengangguk atas perkataannya. “peryataan itu sudah lama sekali.” Aku menganguk lagi. “aku percaya. Karena semua hal bisa terjadi bukan?” dia melirik kearahku sambil tersenyum, kemudian fokus pada meyetir.
“kau?” dia menanyakan pendapatku. “entahlah”. Aku juga masih bingung. Entah itu fakta atau hanya mitos bahkan mungkin karangan orang yang hidup di zaman dulu.
“jadi apa kau dan kyu benar-benar akan datang ke rumahku besok?” aku memastikan. Awalnya kyu yang memaksa ingin datang. Dan akhirnya youngsaeng juga ingin masuk ke rumahku. Karena biasanya dia hanya mengantar. Tidak pernah aku menyuruhnya untuk masuk.

*Hari Ketujuh

Ibuku berpakaian rapi. Dia pergi pagi ini. Padahal ini kan hari minggu. Dan kyu sudah datang. Ummaku kenal dengan kyu. Sejujurnya aku dan kyu sepupu jauh.
“youngsaeng bilang dia akan terlambat.” Kyu memberitahuku. Tidak apa-apa. Aku tidak dirugikan.

Dua jam kemudian ummaku datang. Membawa temannya bersama anaknya. “soo mi kenalkan ini yeonni ajumma.” Aku bersalaman dengan teman ummaku. “kau ingat soal perjodohan itu kan?” ummaku mengingatkan. EOMMEONA! Aku benar-benar lupa. Aku benar-benar terkejut. Mereka semua tahu itu.
“dan kenalkan ini Kim Hyun Joong.” Aku tambah terkejut. Benar. Ternyata anak teman ummaku adalah hyunjoong. Orang yang paling terkenal dikampusku. Aku langsung menarik ummaku ke belakang meninggalkan tamu-tamu kami.
“umma. Kenapa umma lakukan ini padaku?” tanyaku benar-benar tidak percaya. “karena sampai detik ini kau juga tidak menunjukkan namja pilihanmu. Jadi umma bawa saja hyunjoong. Bagaimana? Dia kerenkan?” ummaku meyakinkan. Walaupun keren tapi aku tidak suka padanya.
Aku meninggalkan ummaku sendirian dan menuju ruang tamu. Apa yang harus kulakukan? Eotteokhae?
“mian. Sepertinya terjadi kesalahpahaman disini.” Aku berusaha menjelaskan. “soo mi? Apa yang kau bicarakan?” ummaku berusaha menghentikanku. “maafkan aku. Tapi aku tidak bisa melakukan perjodohan ini.” Wajah hyunjoong biasa saja. Sepertinya dia juga tidak suka. Syukurlah. “soo mi? Kenapa?” ummaku menuntut. “itu karena…” aku berfikir. “aku sudah punya pacar.” Hanya itu yang ada di benakku. Sekilas kulihat wajah kyu terkejut. Begitu juga ummaku tapi raut wajahnya berganti menjadi tidak percaya.
“kau bahkan belum sekalipun menunjukkan orang itu? Kau bohongkan.” Ummaku menuntut lagi. Kali ini dia benar-benar menekanku.

“Aku pacarnya.” Seseorang merangkulku dari belakang. Wajah kyu benar-benar terkejut. Jantungnya seperti mau copot. Aku melihat kebelakang. Youngsaeng. Dia datang dari belakang. Bukan hanya kyu. Akupun terkejut.
Ummaku diam. Kemudian meminta maaf pada hyunjoong dan juga ibunya karena sudah datang dengan sia-sia. Kemudian ibuku pergi mengantar mereka.

“maaf aku mengaku yang tidak-tidak.” Bisik youngsaeng di telingaku. Kemudian aku tersenyum. Setidaknya aku terselamatkan.
“Sejak kapan kalian berpacaran?” kyu masih terkejut. Aku dan youngsaeng hanya tersenyum ketika kyu dengan sungguh-sungguh meminta penjelasan.

*the end


author:”kalau mau fanfiction buatannya aku post kirim aja ke email rahma301@yahoo.com atau mau aku bikinin tapi castsnya kamu chingu boleh, sms aja ke 081264905263 kasih tau aku nama asli kamu trus nama kamu yang lain (nama korea, nama jepang, nama inggris, dll) dan kasih tau aku casts lawan mainnya (boyband, solo, aktor/aktris.) thanks!!

follow me in facebook rahma301@yahoo.com (rahma fridayana)

twitter @ottershimi.

Advertisements

About 501island

Hi, There! Just visit this fansite^^ fanfiction, news, and others.. let's play around

2 responses »

  1. leave comment please^^

  2. michi says:

    wow .. keren onnie critanya ^^ aku kira yongsaeng yeoja eh trnyta namja , ckcckck ..
    lnjutkan on 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s