*aku membuat ini untuk chingu lamaku. Enjoy it!^^

Author: Rahmafi3
Casts: kim kyu jong (ss501)
Kim junri (asty ayuningtias)
Seperti hari-hari biasanya, aku sekolah.  Pulang-balik. Tak ada hal lain yang kulakukan kecuali melakukan aktivitas itu dan bersama bersama jagiyaku, kyujong. Dia sangat baik, aku selalu senang bersamanya.
Pagi ini dia mengantarku ke sekolah, “Jalga!” katanya sambil melabaikan tangan, mataku membelalak keluar melihat senyumannya yang manis, aku harus mengumpulkan pikiranku yang berserakan, tidak dapat dipungkiri lagi, aku terpesona. Dia langsung pergi ketempat kerjanya, tahu aku tidak akan menjawab.
Dengan langkah gontai aku masuk kekelas. Kelasku sangat rebut, aku pusing sekali. Aku sedang tidak ingin mengobrol, jadi kuputuskan untuk memakai  headphoneku, lalu memutar lagu boyband favoritku ss501.
Sesaat kemudian aku merasa badanku terguncang-guncang. Aku melihat sumbernya, ternyata rinrin. Kupikir siapa. “kau sudah siap pr?” katanya. Dia murid baru disini, dan lumayan pendiam, aku jarang sekali bicara dengannya, biasanya dia yang mengajakku ngobrol duluan. “sudah” jawabku singkat.
“ya..!!” teriak sunhee dan teman-temannya.  Grup mereka terdiri dari  Kim Sun Hee sebagai leader, Kim Kira, dan Yoo Eun Young. Merasa berkuasa di sekolahku, maklumlah popular.
Rin-rin terkejut, karena sunhee meneriakinya. Dia memang selalu terkejut, dasar aneh. “Tampaknya kau mulai bertingkah!” kata sunhee membentak. “biarkan saja, diakan tidak ada bagus-bagusnya, untuk apa meladeni orang sepertinya.” Eun Young menengahi. “Alah buat apa dibelain!” Kira memanas-manasi. Mereka selalu mengganggu rinrin. Rinrin tidak mau melawan, hal yang membuatku sebal. “kalian ini rebut sekali, tidak punya kerjaan lain ya?” serempak tatapan tajam sunhee, kira dan eun young tertuju padaku. Beruntungnya bel masuk menyelamatkanku.
Pulang sekolah seperti biasanya, kyu oppa menjemputku. Senang melihatnya lagi setelah hari yang buruk di sekolah. mobil kyu oppa melewati gerbang. Aku melihat sosok rinrin tengah berjalan. Aku membuka jendela. “Rinrin!” teriakku, spontan kyu oppa memberhentikan mobilnya di samping rinrin. “kau pulang naik apa?” tanyaku karena melihatnya berjalan. “kereta” kemudian matanya melihat kyu oppa. “itu siapa?” katanya sambil tersenyum, aku tahu kalau dia tahu, jadi aku ikut tersenyum. “aku duluan ya!” kyu oppa menjalankan mobilnya lagi.
Seperti biasa aku datang cepat dan langsung memakai headphoneku. “Kita harus menjauhkannya” kata sunhee ke kira dan eunyoung, apalagi yang mereka rencanakan sekarang?
Bel istirahat berbunyi. Suhee, kira dan eunyoung mengunjungi tempat dudukku. “Junri!” sapa kira ramah. “kau mau ikut tidak?” kata eun young menyambung. “ada pesta nani malam di rumahku.” Kata sunhee membesarkan suaranya. Aku menatap rinrin. Ternyata rinrin sedang melihat kea rah kami. “seluruh anak kelas aku undang lho!” kata sunhee. “kau pasti ada kelupaan.” Eun young  mengingatkan. “itu-tu.” Kira menunjuk rinrin. “buat apa ngajak dia?” sunhee meremehkan. “jalga junri sayang” kira melambaikan tangannya. Merekapun berlalu. Sepertinya hanya rinrin yang tidak diajak.
Hari ini kyu oppa menjemputku lagi. “junri. Mudah-mudahan kau bersenang-senang disana.” Kata rinrin menyemangatiku, aku sedikit kasihan padanya.
Aku sudah membicarakan pesta sunhee ke ku oppa. Memaksa agar dia tidak usah mengantar-jemputku. Aku akan menyetir. Dengan berat hati namja chingu tersayangku ini membolehkan.
Malamnya…
Aku  melangkahkan kakiku masuk keruangan pesta. “junri!” teriak sunhee menyambutku, diikuti 2 teman karibnya, tanpa kusadari mereka bertiga kompak. Aku tidak mengenal siapapun disini, jadi aku membalas meraka. “hi.” Jawabku pelan. “kkaja, mau minum?” sunhee mengajakku ke tempat minum.
“Ini dia gelasnya.” Eun young menyodorkan gelas dan dengan cepat kira menuang air yang ada di botol. “apa ini?” aku baru pertama kali melihat minuman seperti ini. “minumlah. Baru kau akan tahu apa itu.” Kata sunhee.
Aku meneguknya sekali. Rasanya tidak enak, jadi aku menyerah. “kenapa kau tidak meminumnya sampai habis?” sunhee menatapku tidak percaya.
Karena merasa tidak enak kepada tuan rumah jadi aku menghabiskan minumannya. Aku merasa pusing tapi mereka bertiga hanya tersenyum. “mau tambah?” sunhee merampas botol itu dari kira kemudian menuangkannya ke gelasku. Aku menghabiskannya lagi dan dia menambahnya lagi.
Dunia berputar-putar, aku pusing sekali. Aku harus pulang. “eh junri. Mau kemana?”  teriak sunhee dari kejauhan. Kemudian tawa mereka bertiga terdengar dari kejauhan.
Aku masuk ke dalam mobil. Menenangkan jantungku terlebih dahulu. Aku menjalankan mobilku. Mobilku sudah jalan sekarang, sepertinya hari sudah pagi. Aku melihat jam di dasbor, sekarang jam 1:35.
Sekilas aku merasa melihat orang didepan mobilku yang tengah berjalan, kemudian mobilku seperti susah bergerak. Seperti ada yang menahannya. Pikiranku sadar sepenuhnya. Aku menabrak seseorang.
Malam-malam, gelap sekali sekarang. memberanikan diri aku turun dari mobil melihat siapa yang aku tabrak. Lampu mobil menyala. Aku menabrak seorang perempuan ukuran tubuhnya menandakan dia sebaya denganku. Rambutnya cukup panjang. Dengan gemetar aku membalikkan badannya.
Gawat aku menabrak rinrin.
Dengan sigap aku langsung menutup mulutku agar aku tidak berteriak. Rinrin berdarah, aku langsung terjatuh, aku takut. Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Aku berusaha menggerakkan badanku yang kaku karena shock. Rinrin diam tak bergerak. “mianhae, rinrin.” Aku mengendarai mobilku menjauh. Aku terlalu takut untuk membawamu.
Dengan cepat aku langsung menuju rumah kyu jong oppa.
“OPPA!!” kataku mengetuk pintu apartemennya dengan keras. Kyu jong oppa pasti terbangun. “junri? Ada apa?” katanya mengkhawatirkanku “gwencanayo?”, aku tidak bisa menceritakannya sekarang. aku hanya bisa menangis.
Pagi lagi, tanpa sadar setelah menangis aku tertidur. Aku masih mengingat dengan jelas kejadian kemarin. Kyu oppa mengantarku kesekolah, bingung karena aku diam saja semenjak tadi.
“apa kalian semua sudah dengar gosipnya?” sunhee dikerubuni anak satu kelas.  “iya, apa hal itu benar?” kata eun young sedikit melebih-lebihkan. “cepat sunhee beritahu gosipnya!” kira penasaran.
“kalian tahu kan, rinrin belum datang?” sunhee memulai. Aku baru sadar kalau rinrin belum masuk, kuedarkan pandanganku ke seluruh kelas. “gosipna itu?” kata salah seorang murid kecewa. “tahu tidak kalau rinrin tidak akan datang kemari lagi?” sunhee menyipitkan matanya, tahu kalau gosipnya menarik. Apa yang dia maksud dengan rinrin tidak akan datang? Diam-diam aku menguping pembicaraan mereka.
“semua seonsaengnim kita sudah membicarakan ini.” Sunhee mengulur-ulur waktu. “jadi apa gosipnya?” kata seorang murid tidak sabaran. “kalian sudah tahu tidak…? kalau ternyata rinrin sudah mati” APA?! Semua orang terkejut, terutama aku. Siapa yang menyebabkan kematiannya. Aku?
“heh kau jangan bercanda.” Semua murid tidak percaya. “jangan menyebar yang tidak-tidak.” Salah satu murid mengingatkan.
(part 1 end)
*to be continued

author:”kalau mau fanfiction buatannya aku post kirim aja ke email rahma301@yahoo.com atau mau aku bikinin tapi castsnya kamu chingu boleh, sms aja ke 081264905263 kasih tau aku nama asli kamu trus nama kamu yang lain (nama korea, nama jepang, nama inggris, dll) dan kasih tau aku casts lawan mainnya (boyband, solo, aktor/aktris.) thanks!!
follow me in facebook rahma301@yahoo.com (rahma fridayana)
twitter @ottershimi.
Advertisements

About 501island

Hi, There! Just visit this fansite^^ fanfiction, news, and others.. let's play around

One response »

  1. leave comment please^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s