Author: Rahmafi3
Casts: Tiffany (SNSD)
Siwon (superjunior)
Sungmin (superjunior)

“Jadilah namjachinguku.” Tiffany menunduk sambil mengatakan hal yang sangat membuatku terkejut. Aku merasa terkejut. Karena tifanny adalah yeojachingu siwon. Temanku.
“tapi, kau kan.” Aku masih menatapnya tidak percaya. “ya, aku tahu.” Dia menatapku kemudian menunduk lagi. “tapi aku tidak mungkin..” aku masih tidak mau menyakiti hati dan perasaannya. “oppa bilang kalau oppa suka padaku, kan?” dia memastikan perkataanku sebelumnya. Aku memang mengatakan itu hanya untuk melegakan hatiku dan merelakannya untuk chinguku. Siwon.
“kapan kalian akan perform lagi?” pertanyaan yang kutujukan untuk group girls generation, dan dia adalah leadernya. Mengalihkan pembicaraan. Tapi dia tidak mau dialihkan. “oppa beri aku kepastian.” Dia mendesakku.
“kenapa kau tiba-tiba?” aku masih mempertanyakan hal ini. Jelas aku tidak mau mengkhianati siwon.
“aku akan jujur oppa.” Pipinya mulai memerah, dia mulai bercerita. “sudah lama aku menyukai oppa. Tapi aku tidak mengatakannya karena oppa berkata kalau oppa menyukai sunny.” Dia menyebutkan salah satu membernya.

“jadi aku menerima tawaran siwon oppa untuk menjadi namjachinguku.” Dia menjelaskan padaku. “maksudmu siwon hanya..” aku mulai tidak percaya lagi. “mian, aku menjadikan siwon oppa untuk pelarian darimu oppa.” Dia menatapku penuh harapan. “karena itu terimalah aku.” Tegas. Dia mengatakan semua itu tanpa basa-basi.
Aku memikirkannya sebentar. Setan membisikiku. Aku mulai tertarik. Aku memancingnya. “jadi siwon akan kau kemanakan?” aku membuatnya berfikir keras. Butuh beberapa menit untuknya berfikir.
“ne. mau dikemanakan.” Sepertinya otaknya sedang buntu. Dia tidak bisa menjawab pertanyaanku. “aku mau menjadi namjachingumu. Tapi, ada syaratnya.” Tifanny sontak melihatku.
“kau tidak boleh putus dengan siwon.” Dia sadar itu tidak mungkin. “bagaimana bisa?” bingung. Hanya itu yang bisa mengungkapkan perasaannya sekarang. “kecuali oppa menjadi..” aku tahu dia sadar kemana pembicaraan aku bawa. Aku benar-benar jahat sekarang. “selingkuhanku?” dia terdiam.
“bagaimana?” aku tersenyum semanis mungkin. Senyuman yang selalu kupakai di panggung.
Dia memantapkan hatinya sebentar, “baik. Tapi oppa harus berjanji tidak akan pergi.” Dia mengatakan itu dengan bahagia. Aku mengiyakan. Kami menjalin hubungan dan tidak akan ada yang tahu, maupun itu siwon dan agensi.

Di sela-sela latihan kami. Aku dan tifanny makan siang di sebuah café. “jadi bagaimana latihan kalian?” aku memulai percakapan. Tifanny tidak menjawab matanya melotot melihat sesuatu.
“kenapa?” tanyaku. “oppa kita harus pergi darisini.” Dia langsung menarikku berdiri. “ada apa?” aku terheran-heran. “ada siwon oppa.” Dia menunjuk pintu masuk. Kami harus pergi dari sini, sebelum siwon tahu.
Tifanny dan aku sudah pernah tiga kali ketahuan siwon saat janji bertemu. Pernah saat tifanny mengunjungi kami saat latihan dan dia langsung datang ke arahku dan melupakan siwon. Dan ketika dia sadar baru dia dating kea rah siwon. Tentu saja siwon mempertanyakan hal itu. Tapi tifanny beralasan kalau dia tidak melihat siwon, dan melihatku duluan untuk menanyakan dimana dirinya. Dan setiap kali bertemu kami harus sembunyi-sembunyi. Ternyata sulit juga menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Tapi menarik.
“eh, untung saja dia tidak melihat kita.” Kataku tersenyum. Masih menganggap ini menarik. Tifanny menarik nafasnya. Masih terengah.

Dia mulai menyibakkan rambutnya. Matanya yang cokelat muda bersinar di bawah matahari. Dan tentu saja aku menatapnya. Terpesona. Memang makhluk tercantik yang Tuhan buat adalah wanita.
“oppa. Kenapa?” tifanny sadar kalau aku memerhatikannya semenjak tadi. “ah tidak. Tidak apa-apa.” Aku salah tingkah.
“oppa sepertinya.. aku tidak mau melakukan ini lagi.” Dia membalikkan badannya. Tidak mau melihatku. Apa maksudnya dengan tidak mau melakukan ini lagi?
“maafkan aku.” Dia merasa bersalah padaku. “tidak-tidak mungkin.” Aku tidak menyangka kalau dia akan mengatakan ini. “aku tidak akan melepaskanmu.” Kataku yakin. Hari-hariku lebih berwarna saat pergi berjalan dengan tifanny. Dan aku belum mau melepasnya.
“sudah kupikirkan. Oppa, ternyata aku lebih menyukai siwon oppa.” Aku tidak bisa menebak ekspresinya karena dia membelakangiku. “aku tidak suka oppa lagi.” Dan itulah kata-katanya yang paling menusuk hatiku.
Dengan cepat aku memeluknya dari belakang. Tidak mau melepasnya. Entah kapan aku mulai seperti ini. “saranghae.” Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.
“Oh jadi kalian seperti ini di belakangku.” Aku langsung melepaskan pelukanku. Dan kami membuat jarak. Siwon sedang berdiri disana. Wajahnya benar-benar merah. Aku yakin pasti dia sangat marah. Aku memang tidak pernah mencari gara-gara apapun dengan siwon. Dan kami tidak pernah bertengkar.
“apalagi alasan kalian sekarang.” Dia mengepalkan kedua tangannya dan aku turut menjaga jarak dengan siwon. Tifanny kelabakan datang menghampiri siwon.
“ini tidak seperti yang oppa pikirkan.” Dia mulai menjelaskan. “sungmin oppa menyuruhku datang kemari. Dan dia menyatakan perasaannya.” Aku benar-benar terkejut dengan pernyataan tifanny. Dia berbohong. Siwon melihat wajah tifanny memastikan tidak ada keraguan. Dan dia memang tidak menemukannya. Aku yang menemukannya.
“jadi?” siwon masih menuntut bukti. “tentu saja aku menolaknya oppa. Karena hubungan kita masih berlanjutkan?” tifanny memastikan hubungan mereka. siwon tidak menjawab. Tapi dia malah berbicara padaku.
“tak kusangka kau jahat sekali, ya. Sungmin?” aku sakit hati. Semua yang dikatakan Siwon. Semua yang dikatakan Tifanny. Semua yang kulakukan. Aku benar-benar merasa bersalah. Tidak mampu berkata apa-apa. Bahakan tidak membela diri-sendiri.
Mereka berlalu. Meninggalkanku yang membeku sendirian…

Dorminatory. Studio. Rehearsal. Kantor agensi. Siwon tidak pernah berbicara lagi denganku. Aku juga tidak melihatnya berjalan dengan tifanny lagi. Aku tidak tahu apa-apa. Dan tak kusangka ternyata begini akhirnya.
Sudah setengah tahun kami seperti ini. Tidak mungkin aku bia lanjut.
Sudah kuputuskan. Aku akan pergi. Aku akan membereskan semua barangku dan tidak akan ada yang tahu. Aku akan melakukannya malam ini.

Aku sengaja tidak menghidupkan lampu. membereskan barang-barangku. Berharap tidak ada yang mengetahui. Semuanya sudah selesai. Dan aku membuka pintu untuk pergi.
“Sungmin kau mau pergi kemana?” seseorang menghidupkan lampu. Dan suara yang kudengar adalah suara siwon. Aku hanya menunduk. Malu mengakuinya.
“maafkan aku kalau aku terlalu keras.” Siwon menghampiriku dan memelukku. Disusul member yang lain. “kita tidak akan terpisahkan.” Kata kyuhyun, dan itu memang benar. Kami tidak akan terpisah.

*the end

Advertisements

About 501island

Hi, There! Just visit this fansite^^ fanfiction, news, and others.. let's play around

One response »

  1. huaahhh… so sweet..
    leave comment^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s