Author: rahmafi3

Casts: Sandara Park (2ne1)

Jung Yong Hwa (cn blue)

Go Hyun Jung

Hye Lim (wonder girl)

Uee (after school)

Jok weon (2am)

Minho (shinee)

Taemin (shinee)

 

 

 

“Kkaja, hyung!”, namdongsaengku yang tidak sabaran sudah menarik-narikku sedari tadi. Dia mengganggu acara nonton TV ku. Dengam malas aku mematikan tv dan mengikutinya berjalan ke kamar. Dia setengah berloncat sangking girangnya.

Dia menghempaskan badannya ke tempat tidur dan langsung membalut setengah tubuhnya dengan selimut. “Mulai-mulai-mulai!!!”, dia bersemangat sekali.. ini kegiatan rutin yang mulai kulakukan semenjak masuk kuliah. Membacakannya cerita sebelum tidur. Aku tidak tahu mengapa. Tapi dia sangat menyukainya.

“kau mau cerita apa?” aku mengutak-atik laci bukunya yang berserakan. Semua bukunya tersebar entah dimana. Aku hanya menarik salah satu dari tumpukan yang tidak beraturan itu.

“bagaimana kalau ini?” aku menunjukkan salah satu bukunya yang berwarna biru. “cin-de-rel-la..” dia mulai mengeja judul bukunya. “Cinderella?” tanyanya meyakinkan dirinya. Aku mengangguk mengiyakan.

“putri cantik bersama pangeran?”  tanyanya lagi. “tentu saja bersama pangeran.” Aku mengiyakannya lagi. “tapi sepatunya hilang.” Dia menunjukkan ekspresi sedih.

“benarkah?” tanyaku tidak percaya. Hanya anggukan pelan yang kuterima. “yang ku tahu. Dia kehilangan rambut palsunya.” Aku menjelaskan intonasiku dan ada rasa penasaran di wajahnya. “rambut palsu?” katanya., dia mendekatkan wajahnya padaku. Tapi tidak ada kebohongan disana. Sebenarnya ada, tapi dia tidak bisa membacanya.

“taemin tidak percaya, ah.” Memang dia bilang begitu. Tapi aku yakin dia ingin aku menceritakannya. “mau dengar tidak?” tanyaku membuatnya tambah penasaran. Dia mengangguk cepat pertanda ingin memulai ceritanya dengan cepat.

~Pada suatu hari tinggallah seorang yeoja cantik bernama sandara. Ia tinggal bersama ayahnya, ibunya sudah meninggal sejak lama. Dia cukup kaya. Ayahnya bekerja di tempat yang jauh dari rumah mereka.~

“hyung, bukankah namanya Cinderella. Kenapa jadi sandaralla?” pikirannya penuh tanda tanya. “hyung rasa, disitulah letak perbedaannya.” Kemudian aku melanjutkan ceritanya.

~~Kemudian pada suatu saat ayahnya pulang dengan membawa istri dan anak dari istri barunya. Mereka menjadi keluarga yang baik. Tetapi saat ayah mereka pergi bertugas lagi. Ibu dan kakak tirinya mulai menunjukkan sifat asli mereka.

Sandaralla selalu mengeluh dan memberitahukan kepada ayahnya tentang kejahatan ibu tirinya. Ibu tirinya punya kebiasaan memecahkan piring. Itu membuat sandaralla harus bolak-balik ke pasar hanya untuk membeli piring, dan menyembunyikannya jika sudah sampai di rumah. Kalau ibunya melihat piring, dia pasti langsung memecahkannya.

Kemudian kakak tirinya yang pertama, ibu tirinya mempunyai dua anak. Kakak tirinya yang paling besar ini mempunyai kebiasaan baik, yaitu mencuci baju. Tetapi itupun membuat sandaralla mengeluh kepada ayahnya karena kakak tirinya ini mencuci setiap baju yang ada di rumahnya.

Dia mencucinya setiap hari, tentu saja hal ini baik untuk pakaian kotor. Tetapi dia juga mencuci pakaian yang bersih juga. Alhasil mereka tidak mempunyai pakaian untuk dipakai, karena semua pakaian mereka basah dan tak kunjung kering. Membuat sandaralla harus bolak-balik ke pasar hanya untuk membeli baju baru.

Nah ini dia kakak tiri sandaralla yang kedua. Hanya berbeda satu tahun dengannya. Kebiasaan baiknya adalah mengepel lantai. Hal ini juga membuat sandaralla mengeluh kepada ayahnya. Karena seluruh permukaan lantai mereka yang tidak kunjung kering. Karena kakak tirinya mengepel lantai setiap saat. Alhasil rumah mereka menjadi becek seperti kebanjiran.

Suatu saat datanglah sebuah kabar kalau pangeran mencari pasangan hidupnya.~~

 

 

“hyung, kira-kira dimana ayah sandaralla menemukan istri barunya ini ya?” namdongsaengku bertanya seraya menggaruk-garuk kepalanya. “hyung tidak tahu. Memangnya kenapa?” aku kembali bertanya, tapi tidak ada jawaban. Aku melanjutkan ceritanya.

~Kau tahu. Pangeran tidak sepenuhnya ingin mencari pasangan hidupnya. Tetapi seiring berjalannya waktu, kerajaan harus diambil alih, bukan? Ratupun mendesak pangeran.

Kemudian sandaralla bersama ibunya dan kedua kakak tirinya bersiap-siap untuk pergi ke istana pangeran. Sandaralla memikirkan dengan sangat hati-hati, dia tidak akan membawa ibu dan kedua kakak tirinya. Ia benar-benar takut membawa mereka, karena nantinya akan membuat suasana acara menjadi tidak karuan dan berantakan.

Pestapun dimulai. Raja dan ratu asyik memperhatikan semua gadis dari semua pelosok negeri. Tidak satupun dari mereka berdua memperhatikan sandaralla. Mereka berdua sedang melihat kekacauan yang terjadi di pintu masuk. Pangeran juga ikut menonton kekacauan yang terjadi.

Dengan penasaran, sandaralla berjalan menuju tempat kekacauan dan melihat sosok yang tidak asing lagi baginya.

“apa yang sedang kalian lakukan di pesta anakku!?” Kata sang raja dengan syok.

Ibu sandaralla memecahkan sebuah guci raja di ruang masuk. Dengan cepat semua prajurit memegangi ibu sandaralla bersama kedua kakak tirinya. Sandaralla masih diam membisu. Bimbang antara membela, dan pura-pura tidak mengenali mereka.

“Prajurit..!” raja berteriak.

“raja, ku mohon jangan apa-apakan ibu dan kakakku.” Sandaralla memecah keributan yang sedang berlangsung. Raja menampakkan sorot anehnya. “apa yang akan kulakukan pada mereka?” jawabnya tiba-tiba.

Sayangnya sandaralla tidak mendengar kata-kata terakhir raja. Dan langsung menarik kakak serta ibunya dari istana untuk pulang.

Dalam keadaan berlari, pangeranlah yang mengejar mereka berdua. “tunggu.. ku mohon berhenti.. Jebal…” sang pangeran terus berseru tetapi tidak didengarkan. Berhentilah mereka untuk menaiki kereta kuda untuk berangkat pulang. Saat itulah pangeran memegang pundak sandaralla, keretapun melaju. Dan sandaralla kehilangan rambut palsunya.~

“hyung!!! Sebentar!” taemin menjulurkan tangannya. Memotong ceritaku. “kenapa hilang kalau pangeran menyentuh pundaknya?”

“karena rambut palsu sandaralla hanya sepundak. Jadi pangeran tidak sengaja memegangnya dan kemudian menariknya.” Jawabku mantap.

“apakah sandaralla botak??” tanyanya lagi. Dan aku tertawa kecil. “tentu saja tidak. Hanya saja style zaman dulu semua wanita yang berambut pendek dikatakan cantik. Jadi sandaralla datang dengan memakai rambut palsunya untuk menutupi rambut panjangnya.”

Tampaknya dia sudah mengerti.

~Dua minggu kemudian pangeran beserta pengawalnya menemukan tempat sandaralla. Mereka meminta maaf atas nama kerajaan mereka dan pangeranpun memilih sandaralla menjadi pasangan hidupnya.

Tamat~

“Hooaaahhh…” dia menguap pelan. “Sepertinya kau sudah cukup mengantuk untuk tidur.” Aku menyalakan lampu tidurnya. Dan mengucapkan selamat malam padanya sebelum pergi. Dan mematikan lampu kamarnya yang terang.

*the end

Advertisements

About 501island

Hi, There! Just visit this fansite^^ fanfiction, news, and others.. let's play around

One response »

  1. 501island says:

    wooaahhh… the second fanfiction for fairy tale, after prince mal. kekeke
    leave comment 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s