Author: Rahmafi3

Casts: kyuhyun (superjunior)

Thunder (mblaq)

Nickhun (2pm)

Han je ah

genre: comedy

NC: 15

*hohoho ff nc ku yang pertama!!

WARNING: BUAT PLAGIATORS GO AWAY!!!*

****

Aku memulai pagiku yang ceria. Memasuki tahun ajaran yang baru. Meninggalkan sekolah menengah pertamaku, ke sekolah menengah atas.

Melihat kelas manakah yang akan kumiliki. Mengelilingi dari kelas unggulan.

1-1  tdak ada namaku disana.

1-2  Tidak ada…

1-3  Tidak ada juga…

1-4  Tidak ada juga… (aku jadi bingung aku lulus atau tidak

Ini adalah kelas terakhir…. Aku kehilangan harapan.

1-5   Namaku terdapat pada urutan ke duapuluh satu. APA?!!!

Masih melotot memandangi kertas nama. Menarik nafas panjang. Kemudian memasuki kelas dengan perlahan. Benar-benar perlahan.

*PPpppLLLAaakKKKK!!!!

Seseorang melemparkan sepatunya ke arahku.

“ah mianhe.. aku tidak sengaja.” Kata seorang namja langsung berlari ke arahku dan meminta maaf. Aku tahu dia tidak sengaja. Tapiiii… sakitnya ito lhoooo yang membuatku tidak tahaaannn…

Aku menahan tangisku. Sepatunya keras sekali. Sepertinya mereknya adalah “NIKE” karena aku melihat tulisan itu disana. Aku tidak tahu jenis apa itu. Tapi yang akutahu sepatunya yang keras baru saja menabrak wajahku yang muluss…

Tidak memarahinya, yang kulakukan hanyalah mengangguk pelan satu dua kali. Mengatakan bahwa aku tidak apa-apa. Karena kalau aku memarahinya pasti air mataku keluar dan itu akan menjadi sangat memalukan.

Dengan teroyong-oyong sedikit, aku pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajah.

***

Melihat diriku di cermin kamar mandi. Melihat merahnya yang luar biasa, dan sedikit mulai kelihatan memar. Air mataku mulai menitik satu persatu saat aku membasuh wajahku dengan air.

‘AAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh’’’’’ air mataku sudah banjir. Untuk mempertahankan harga diriku. Aku hanya meringis. Mengetahui ada orang yang sedang mengantri menungguiku.

Mengambil tissue kemudian mengelap wajahku serta air mataku. Tetap saja tidak bisa disembunyikan. Sekarang bukan hanya pipi kiriku yang merah, sekarang  mata dan hidungku sudah memerah semuanya. Sepertinya aku juga harus membuang ingus.

***

Aku masuk ke kelas dengan mengintip terlebih dahulu. Kalau-kalau ada seseorang yang bodoh melempar sepatunya dan mengenaiku untuk kedua kalinya. Tapi sepertinya tidak ada. Dan mereka tersenyum kecil saat melihatku masuk ke kelas dengan gerak-gerik yang aneh. Dan bisikan dari chingu namja yang melempar sepatunya padaku tadi.

Aku mempertahankan dudukku. Duduk di barisan kedua dari kanan dan tiga dari depan.

Entah apa yang kurasakan, sepertinya aura disini aneh sekali.

Masih menunduk. Aku berpikir-pikir untuk melihat sekeliling, benar-benar merasa tidak nyaman. Kemudian memberanikan diri melihat sekeliling.

Semua orang berbicara. Mengobrol santai. Dan aku tahu kenapa aku merasa ada aura yang benar-benar aneh.

‘TIDAK ADA YEOJA DISINI!!!!!’

Eommeonnaaaaaaaaa!!!! Mati aku.

SARANG PENYAMUN!!!

Semua orang disini sepenuhnya namja. Tidak ada satupun yeoja selain aku.

Seperti semua namja.

Ada yang duduk di meja, mengangkat kaki, duduk dilantai, saling mencekik satu sama lain, pukul-pukulan. Dan baju yang tidak dimasukkan kedalam celana seperti peraturan sekolah.

Aku menghadap depan lagi. Sambil memegangi kepalaku. Sepertinya bertambah lagi masalah kesehatanku.

“annyeong… kau murid baru ya???” kata namja yang tiba-tiba muncul dihadapanku.

“bermain dengan kami mau tidak???” kata chingunya yang ada di kiriku, mendekatkan wajahnya padaku. Dan dia adalah namja yang melempar sepatunya padaku. Aku mengingat wajahnya.

‘HHHIIIIiiiiiiiiiiiiiiii’ jangan-jangan mereka mesum!!!! Aku hanya menjauh kan wajahku darinya. Kemudian mundur. Karena aku berada di tengah-tengah. Parahnya aku di kepung. Menyadari tempat dudukku memang idealis untuk melakukan apapun. Pikiranku mulai melayang entah kemana. Membayangkan mereka menutup pintu. Kemudian mengerumuniku. Tanpa kusadari aku sudah mengepalkan tanganku kalau-kalau bisa mengeluarkan tinju.

“thunder. Kau ini, lihat dia jadi takut.” Katanya pada namja yang menyebalkan itu. Oohhh ternyata namanya thunder?? Lihat saja aku akan membunuhmu nanti. Aku meliriknya dengan tatapan yang sedikit sinis.

mblaq member thunder cute

“kenalkan, namaku nickhun.” Dia mengulurkan tangannya padaku. Baru sekali ini aku benar-benar memerhatikan wajahnya. Karena si berengsek di kiriku ini. Namja yang bernama nickhun ini jauh lebih manis dan sopan. Daripada si bodoh di kiriku.

“kalau ini” dia menunjuk namja berandalan, melepaskan tangannya dari tanganku. Untuk beberapa detik aku menatapi tangannya, sedih karena harus melepaskannya dan melepaskan tanganku dari nickhun.

“namanya thunder.” Aku menarik nafas panjang dan mengeluarkannya benar-benar berat. Melihat thunder dengan wajah yang biasa saja.

“ngomong-ngomong kau belum menjawab pertanyaanku. Kau murid baru ya??” nickhun masih menjual senyumannya.

“ne.” jawabku malu-malu. Sambil menutupi wajahku yang sepertinya merah karena malu, bukan yang karena lemparan si tolol yang itu.

“oohhh..” katanya kemudian. “kalau aku sudah 1 tahun disini dan thunder 2 tahun.” Aku tidak mengerti apa maksud mereka jadi aku bertanya.

“apa maksud 1 tahun dan dua tahun?” Tanyaku.

“hehehe kami tidak naik kelasssssssssss…..” jawab thunder dengan wajah bodohnya. Sepertinya dia malah bangga dengan itu. Tetapi nickhun hanya tersenyum kecil. Kemudian mereka berdua pergi meninggalkanku karena guru sudah masuk.

Yang membuatku penasaran, kenapa nickhun yang sepertinya baik seperti itu bisa tidak naik kelas????

****

Bel istirahat sudah berbunyi.

Aku keluar dari kelas dengan cepat. Menghindari siapapun yang ingin mencegatku atau melakukan apapun padaku. Aku harus waspada mulai sekarang.

Parahnya kelasku ada di lantai paling atas. Lantai empat!!!

Memang turun lebih menyenangkan dan tidak terlalu melelahkan. Tapi karena kejadian hari pertama sekolahku yang kurang menyenangkan semuanya terasa berat. Dan pipiku terus berdenyut. Aku harus ke UKS.

Mencari-cari ruang UKS di brosur sekolah yang mencantumkan map sekolah. Aku sudah seperti turis saja.

Seperti petunjuk aku berada dilantai dua. Meletakkan kakiku saat selesai menuruni tangga. Kemudian berbelok ke kiri.

Melihat sesuatu yang dahsyat.

Beberapa detik, mungkin hitungan menit aku memandangi seseorang yang bersender pada tiang di ujung sana.

Namja. Dia adalah seorang namja yang sangat sempurna. Dia membaca buku. Memakai kacamata. Rambut yang terkesan acak-acakan dan membuatnya terkesan keren. Memasukkan tangan kirinya yang tidak memegang buku ke saku celananya. Mengangkat satu kakinya menopang pada tiang. Tinggi yang semampai. Yang akan membuat semua gadis di dunia ini ingin berada di sampingnya.

Kedua tanganku mulai memegangi jantungku yang sepertinya berhenti berdetak. Bahkan tidak terasa waktu terus berjalan. Aku malah merasa waktu terhenti ketika memperhatikannya.

Kemudian dia pergi bersama temannya yang datang.

Diam-diam aku mendekati tiang itu. Masih membayangkan namja itu bersender disini. Hahaha aku tidak salah memilih sekolah. Dengan ragu-ragu aku memegang tiang itu. Mengelusnya perlahan. Membayangkan namja tadi masih bersender disini. Seakan memegang bahunya. Kemudian memeluknya. Walaupun aku tahu. Aku hanya memeluk sebuah tiang. Tapi ku harap dia selalu disini.

****

Aku sudah berdiri di depan ruang UKS. Pergi terburu-buru, bahkan terjatuh saat seseorang yang tidak ku kenal melihatku dengan mimic aneh, seseorang memeluk tiang??? Siapa yang tidak merasa aneh? Sepertinya aku mulai mempertanyakan kewarasanku.

“annyeong..” sapaku saat memasuki ruang UKS. Mencium bau obat di dalam sini membuat pipiku berdenyut lagi.

“aku ingin mengambil obat untuk ini.” Tanyaku pada seorang eonni yang ada di sana. Sepertinya dia piket hari ini.

“langsung saja masuk, Tanya pada dia.” Dia menunjuk seseorang yang sedang membaca buku.

Aku berjalan ke arahnya. Menyukai gaya rambutnya. Namja itu sedang membaca buku yang terasa tidak asing olehku. Bahkan rambutnya juga. Melihatku berada disampingnya, dia langsung mengangkat kepalanya, meninggalkan bukunya.

“mworagoyo?” tanyanya, dengan suara lembut. Pantas saja dia terasa familiar. Dia adalah namja yang bersender pada tiang tadi. Ternyata dia makin terlihat keren dari dekat.

Rambutnya benar-benar keren, memang berantakan tetapi terkesan keren. Dia mempunyai alis yang sedikit tebal, mata yang indah, serasa kau terhipnotis di buatnya. Hidung yang mancung. Dan bibir yang berwarna pink gelap, membuatnya terasa fresh. Menyebalkannya dia membuatku terpesona.

“mworagoyo?” tanyanya lagi. Menekankan intonasinya kalau-kalau aku tidak dengar.

“ne” jawabku setelah bisa bernafas lagi. Aku seperti bertemu artis. “aku hanya ingin minta sesuatu  untuk ini. Aku menunjukkan pipiku yang memar.

“he-eh.. kenapa? Ada yang memukulmu ya?” tanyanya sambil bangkit berdiri. Senyumannya manis sekali.

“ahh… anio. Hanya terkena lemparan sepatu.” Jawabku sedikit malu. Kemudian dia tertawa. Cukup membuat nafasku tidak beraturan. Kakiku sudah gemetar untuk menopang tubuhku yang ingin pingsan.

“ini, pakai ini.” Dia mengeluarkan sesuatu dari kotak obat sekolah. Isinya gel dingin. Membuat lukaku tidak berdenyut lagi. Aku tidak tahu apa yang dia berikan padaku. Karena mataku hanya focus padanya.

Bel istirahat sudah berbunyi, menandakan habisnya istirahat. Benar-benar berat hati aku harus meninggalkan ruang UKS ini. Meninggalkannya. Tampaknya aku harus sering datang kemari.

****

Kemudian banyak sekali orang-orang yang masuk ke tiap-tiap kelas untuk memperkenalkan ekskul yang ada. Jujur saja, aku tidak tertarik untuk memasuki salah satunya.

Tapi pikiranku berubah. Ketika namja yang aku lihat di UKS muncul di hadapanku. Dia berdiri di depan kelas bersama dengan beberapa temannya mengenalkan sebuah ekskul. Aku langsung mengangkat tangan dengan semangat saat mereka bertanya siapa yang berminat. Aku bahkan tidak mendengar mereka. Hanya terfokus pada namja yang tidak kukenal itu. Tanganku disusul oleh nickkhun dan thunder. Sepertinya aku baru saja mendapatkan teman.

 

*keesokan harinya

”mari kita pergi bersama-sama.” nickhun mengajakku pergi bersama untuk ekskul nanti siang.

”haha kita bersama. Aneh..” suara thunder keras sekali. Mengalahkan keributan yang ada di kelas.

”hmm… boleh.” kataku hanya memandang nickhun dan mengacuhkan thunder. Untuk apa aku memerdulikannya.

”kenapa kau hanya melihat ke arah sana?” memperlihatkan wajahnya yang cemburu.

”waeyo? Untuk apa aku melihatmu?” aku menjawabnya. Kami sudah mulai terbiasa mengejek satu sama lain.

”aku bingung. Kau perempuan atau bukan.” aku ingat-ingat, ak tidak pernah berkata manis padanya. Kata-kata manis hanya kutunjukkan pada nickhun.

nickhun 2pm member cute smile

Jam pelajaran olahraga. Semua orang mengganti baju. Seharusnya wanita di dalam, tapi mengingat aku satu-satunya wanita disini, mereka menggodaku. ’ganti baju saja bersama kami. Kami tidak keberatan kok’ apa maksudnya? Enak saja.

Jam pelajaran adalah jam terakhir. Jadi kami akan langsung ke ekskul. Tapi sepertinya thunder dan nickhun masih di kamar mandi. Lama sekali mereka. Sekolah sudah mulai sepi. Hampir semua orang sudah pulang. Kecuali orang-orang terntentu.

Aisshhh… mereka ini sedang apa sih. Aku memandangi kamar mandi. Sudah setengah jam lewat mereka ada didalam. Apakah aku boleh mengintip?

Seseorang sudah mematikan lampu kamar mandi. Membuat ruangan ini gelap. Hanya cahaya matahari yang masuk lewat jendela yang menerangi kamar mandi.

Ada dua orang didalam kamar mandi. Yaitu, thunder dan nickhun. Mereka sudah selesai mengganti baju.

Tapi aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Thunder sedang memojokkan nickhun ke dinding. Meletakkan salah satu tangannya tepat di sebelah kepala nickhun.

Thunder sedang mengelus kepala nickhun. Mengelus kepalanya. Aku tidak dapat melihat ekspresi thunder, karena dia membelakangiku. Tetapi ekspresi yang terpancar di wajah nickhun sedang tersenyum, seperti yang biasa dialakukan padaku.

Tangan thunder menjalar ke baian punggung nickhun. Meraba-raba punggungnya. Kemudian berlari keseragamnya. Tangannya membuaka kancing seragam nickhun dengan pelan. Sampai akhirnya tubuh six pack nickhun terlihat. Kemudian thunder mulai mengelus-elus dada nickhun. Berlari ke batas celananya, kemudian lari ke belakang. Meraba punggung nickhun lagi. Kemudian mulai mendekati celananya…

 

*to be continued

Advertisements

About 501island

Hi, There! Just visit this fansite^^ fanfiction, news, and others.. let's play around

4 responses »

  1. ELFTRIPLES says:

    ga mauuuuuuuuuuu!!! jangan sampe thunder ama nickhun~! ga ikhlas aku ngasi dua dua nya!!!
    huawaaaaaaaaaaa!!!

    eh aku mau nc ama thunder juga… hahha

  2. jibinjungmin says:

    bleh comment kan,? Wktu prtma nybtin cri2 pria yg bsnder di tiang udh kbyang ntu kyu..he,he,
    nichkun ma thunder lg ngap tuch,? Pa mrka yaoi,?

  3. niz_doong says:

    wah,,,ceritanya aneh,,tpi krna ad thunder,,,aq jdi pngen baca,,hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s