Title: Bridge of Love

Author: 501island

Genre: Romance/comedy/school *galau pilih ni 3.. bwt ja smuany kkk

Rating: PG-14

Length: Oneshot

Main Cast: Kim Hyun Joong (ss501)

Casts: U (silahkan bayangkan cast wanita adalah kamu^^)

Park Jung Min (ss501)

Cameo: Yoona (snsd)

PROLOG~~

Seorang yeoja yang baru pindah ke sekolah barunya dan langsung mengalami cinta pertamanya. In First Sight!!! Dengan seorang namja bernama Kim Hyun Joong.

……….OOO^^OOO……….

U POV

Aku membolak-balik denah sekolah yang berada di tanganku. Gedung C?? Gedung A?? Aku terus-terusan memandangi gedung. Tapi sampai sekarang aku tidak tahu yang mana gedung A,B,C,D mungkin sampai ada gedung Z *kkk

“AWAAAAAAASSSSSSSS!!!!!!!!!!” teriak seseorang. Sebuah bola baseball terlempar tepat ke depan wajahku. Biasanya aku mempunyai gerak refleks yang cepat. Tapi ntah kenapa hari ini dia tidak muncul *lagi cuti kali. =.=

“AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!” menggantikan refleksku aku malah berteriak sambil menutup mataku. Agar aku tidak tahu kapan bola akan membentur wajahku. Untuk sepersekian detik bola itu tidak sampai ke wajahku. Merasa aman aku membuka kedua mataku kembali.

“Gwencanayo?” tanya seorang namja di depanku. OMO! Dia sangat tampan. Untungnya aku bisa mengendalikan mimik wajahku. Rahangku tidak menyentuh tanah. J

Kulihat sedikit tangannya memerah karena bola baseball tadi. Bisa kuperkirakan hantaman bola itu sangat keras. Aku mengangguk menjawab pertanyaannya, kemudian meringis. Bisa saja tangannya terluka. Kuharapkulit  tangannya tidak robek.

Dia berbalik kearah teman-temannya.

“apa kau tak apa?” tanya salah seorang diantara mereka.

‘Dia menolongku’..

*Begitulah caraku bertemu dengannya dan pandangan pertamaku berubah menjadi sesuatu yang baru. L.O.V.E

……….OOO^^OOO…………

“Ayolah!!” aku menyemangati teman-temanku, “Kita harus latihan lagi besok!” demi dia aku menjadi manager klub basket. “kalian mendengarkanku tidak sih??” tanyaku putus asa.

“iya-iya kami dengar”..

“apa menurutmu kau tidak terlalu berlebihan???”

“Hyun Joong! Jungmin!” sapaku pada dua orang ini. Mereka baru saja sampai di ruang klub.

“Annyeong^^!” balas jungmin. Hyun Joong belum membalas sapaku L

“Harusnya jangan terlalu kau khawatirkan namja2 itu.” Hyun joong

“Wae??”

“Itu hanya akan membuatmu seperti orang bodoh” sindirnya. Jungmin tertawa dibelakangnya. Kemudian keluar dengan senyum prihatin. *dasar psikopat #berkepribadian ganda

“Tega sekali kau!!” jelas-jelas aku menunjuk wajahnya. Tapi dia diam saja. Melirikk dengan wajah mengejek.

“hemm.. itu kasar.” Jungmin prihatin *sepertinya dia adalah orang yang menertawaiku di belakang hyun joong tadi =.= Dasar

“Itu benar!” aku masih menunjuk wajah hyun joong dengan tanganku.

“Apakah kau mengganti gaya rambut?? Kau cantik sekali hari ini^^” jungmin memang suka memesona semua orang dengan senyuman dan ucapannya. *biarkan saja yg penting dia memujiku

“Jinjaheyo?? KYA!! XDD” tetap saja aku senang walaupun jungmin berkata bohong sekalipun.

……………….

#HIDDEN STORY *author POV

Hyun Joong langsung meninggalkan yeoja itu dengan jungmin dan lips servicenya. Sesekali dia menoleh ke belakang. Saat yeoja itu bahagia dengan perkataan jungmin, sesuatu dalam dirinya teriris *

“Aku duluan.” Katanya kesal.

“Hyung tunggu aku!” pinta min dari belakang.

………………….

U POV

Aku memandangi punggung hyun joong. Ahhhh.. aku benar-benar sedih.

“Yoona!! Eotteokhae??” aku berlari ke pelukan yoona. Temanku. “kenapa dia membenciku??” curhatku padanya.

Hal yang tidak kusangka! Tuhan mendengar doaku ^^ setidaknya aku dan hyun joong sekelas.

“Letakkan di ujung sana!” pinta chinguku. Kami sedang memasang mading. Aku menaiki kursi untuk memasang bagian yang paling atas.

“Hei! Kau tidak tahu kalau underwear mu kelihatan??” goda teman pria sekelasku. Memangnya aku sebodoh itu??

“Hello??” aku memainkan tangan dan mimik wajahku. “aku memakai short tahu.”

Entah karena alasan apa, dia langsung menyenggol kakiku.

*BBRRUUUAAAAAKKKK #aku terjatuh

“gwencana??” tanya yoona khawatir. “Hei kau ! apa maumu HAH??” bentak yoona.

“tenang-tenang” kataku.

Tampaknya namja itu merasa bersalah.

Aku memaksakan diri untuk tersenyum. “Hahaha.. tidak. Aku tidak apa-apa^^” aku menahan sakit. Pergelangan kakiku sakit sekali. Untung tidak ada seorangpun dari mereka yang menyadari aku hampir terjatuh saat bangkit dari jatuhku.

“aku harus ke kamar mandi untuk mencuci tangan” aku tersenyum lagi. Kemudian terhuyung plus menyeret kakiku pergi dari mereka semua.

………

‘aaaaaarrgggghh’ erangku dalam hati menuju kamar mandi. Tidak pernah kupikirkan kalau ternyata kamar mandi sejauh ini. Kakiku sudah berteriak minta tolong.

Seseorrang menarik lenganku. “kemari sebentar” pintanya. Aku terkejut, ternyata itu hyunjoong!

“ma-mau kemana?”

Dia mengantarku ke UKS. Alhasil aku mendapat perbanan dan mulutku banyak mendapat erangan saat dokter sekolah meluruskan uratku yang salah pada tempatnya. *kkk

“lain kali kau harus hati-hati” nasihatnya, kemudian meninggalkanku dengan hyun joong.

“aku bisa menutupnya dengan kaus kaki!” aku memungut kaus kakiku dan memakainya lagi. Aku tidak tahu apa yang sudah kulakukan, tapi hyun joong langsung bangkit berdiri.

“Gomawo” aku memang harus berterima kasih padanya. Sekali dia berbalik. Tapi kemudian melanjutkan kepergiannya lagi. “Hyun Joong!” cegatku, “Kumohon.. jangan beritahu orang lain. Terutama teman sekelas kita..” aku menunduk “aku hanya tidak ingin membuat mereka khawatir”.

Aku sangat yakin kalau dia tidak akan membalas ucapanku. Tapi kali ini dia membalasnya.

“Yeah.. kalau sakit lagi kau baru bisa mengatakan itu padaku.”

“OK” …

“Kalau aku melihatmu seperti itu lagi, aku akan mengantarmu ke neraka secepatnya.” Katanya sinis. Dasar.. Huftt -.-

“Ayo cepat”

“iya sabar!” hyunjoong tidak sabaran..

*tapi dia adalah orang yang sangat baik. Benar-benar baik. Itulah hyun joong yg kusukai.

……OOO^^OOO……

Jung Min POV

“yah.. dia yeoja yang berbeda.” Aku mendengar ucapan teman-temanku yang lain. Aku yakin hyun joong juga mendengarnya. *sebenarnya aku termasuk menguping karena tidak ikut mengobrol bersama mereka, tapi menguping bukanlah istilah yang tepat kalau suara mereka sebesar ini. :p

“dia juga yeoja yang baik” pernyataan persetujuan oleh namja yang lainnya.

“Wah-wah.. yeoja itu sangat populer ya hyung.” Pernyataanku terdengar seperti pertanyaan. Hyun joong menjawabku dengan sinis sambil melempar bola basket ke udara.

“TUTUP MULUTMU!” memulai perang denganku. Dia menembakkan bola itu dengan tepat semua yeoja memerhatikannya termasuk yeoja yang dengan kami bicarakan tadi. Aku tahu kalau yeoja itu memang menyukai hyun joong.

………..

*HIDDEN STORY *author POV

Hyun joong melihat ke arah yeoja itu. Jungmin sedang memegang bola dan semua orang sedang meneriaki nama min.

‘Oh.. ternyata jungmin’ pikirnya dalam hati. Yeoja itu menyukai jung min.

Aku masih memerhatikan dia. Setelah melihat ke arah jungmin dia tersenyum dan menutup matanya. *cih..

………….

U POV

Aku menatap jungmin. Aku akui dia memang keren saat memainkan bola basket. ‘tapi tetap saja’ pikirku. Aku tersenyum ‘Jungmin masih tidak bisa dibandingkan dengan hyun joong^^’. Kemudian aku menutup mataku. Membiarkan fantasiku tentang hyun joong muncul untuk beberapa detik.

*pelajaran olahraga usai

Aku dan teman-temanku mengganti baju di ruang kelas.

“Ahhh.. panas sekali!!” aku langsung membuka baju olahragaku.

“AAAAAAAAA!!” teriak teman wanitaku yang lain. Beberapa namja masih ada di kelas. “KENAPA KALIAN TIDAK KELUAR!!” jerit mereka.

‘mampus’.. ‘mereka melihatku.

“tenang saja aku akan memberitahu seonsaengnim”, yoona menenangkanku. Para yeoja sudah berhasil menendang namja keluar.

Hik~hiks.. aku sedih sekali.

…..

“kau punya tubuh yang bagus!” salah seorang dari mereka mengacungkan jempolnya padaku. Aku tidak tahu ini pujian atau hinaan, tapi aku masih kesal. Raut wajahku sepertinya sudah tampak seperti akan memakannya.

“Sungguh kami tidak bohong!” kata yang lain lagi.

“Karena kau sudah melihatnya” hufft “bayaaaarr!!” tuntutku. Barulah mereka semua meminta maaf.

“Hahaha.. ya sudahlah.” Kataku pada akhirnya, menerima permintaan maaf mereka.

“Hei diam!” hyun joong menyela. “apa kau bodoh?” aku menatapnya heran. Kemudian mengulangi ucapannya pada sekelompok namja tadi.

“apa kau bodoh??” kulihat wajah mereka bingung.

……………

Hyun Joong POV

Aku melihat yeoja itu dipanggil ke ruang seonsaengnim. Aku memang tidak tahu apa yang terjadi disana. Lalu aku memutuskan untuk menunggunya pulang.

..

“Hyun joong!” nah itu dia. Sejenak wajahnya lesu. Kemudian terkejut melihatku masih disini. Aku sebenarnya bingung kenapa aku ingin menunggunya.

“Kau sedang apa?” tanyanya.

“mau pulang”

Aku melihatnya tersenyum tulus. Mungkin aku akan memberitahukannya sebuah hal.

Aku mengeluarkan isi tas yang kupegang.

“Sepatu??” aku menunjukkannya sepatu basket.

“hmm.. aku baru saja membelinya. Kuharap dengan ini aku dapat bermain lebih baik lagi.”

“i-ini sangat kereeeeennnn!!” melihat tingkahnya aku langsung menjauhkan sepatuku darinya.

“Jangan disentuh!” kataku. Tapi dia tetap tersenyum gembira.

“apakah sepatu itu dapat memberi perbedaan saat bermain?” pertanyaan yang bodoh. Kami berjalan pulang.

Aku mengacuhkan pertanyaannya. “rumahmu lewat mana?” aku harus mengantar wanita lebih dulu.

“ah benar-benar indah!!” dia berhenti di sebuah jembatan.

“ayo cepat! Nanti makin gelap.” Aku mengingatkannya. Tapi dia tidak perduli.

“Kau tahu? Aku ingin berciuman dengan seseorang yang kusukai disini.” Dia menerawang kemudian menutup mulutnya karena ingat aku ada disini. “kkk. Lupakan.” Dia tersenyum lagi.

*SHOCK (kayak lagu be2st ajah =.=)

Aku meninggalkannya dibelakang. Terserahlah dia mau apa.

“tunggu aku! Hyun Joong-ah!!” serunya.

“Tidak mau!! Dasar perempuan gila!”

“YAAAA!!!!”

…………………………..

U POV

Sampai rumah dengan selamat. Dasar hyun joong, tiba-tiba dia meninggalkanku di belakang. Tapi kenapa dia masih di sekolah?? Masa dia menungguku?? Aku tersenyum memikirkan kemungkinan itu.

….

Hari yang lain. Aku akan bermain ke roof!! Makan bekal dan jika aku berutung hyunjoong bisa saja ada disana. Aku tersenyum-senyum.

Panas menyengat dari atas roof. Beberapa siswa menghidupkan korek mereka mengumpulkan kertas dan membakarnya membuat api yang cukup besar.

“hahaha!! Lihat saja dia pasti akan sedih!” teriak salah satu dari mereka.

“kita akan membakar ini! Biar tahu rasa si hyunjoong yang sombong itu! dia sudah mengambil semua perhatian yeoja. Bahkan tidak menyisakan kita sedikit saja.” Mereka mengangkat sepatu hyunjoong tinggi-tinggi. Kemudian melemparkannya ke arah kobaran api.

“ANDWAE!!!!” teriakku keras-keras. Mereka terkejut melihat kedatanganku. Aku menyambar sepatu itu. sedikit benangnya terbakar.

“kenapa dia ada disini?” aku mendengar bisikan-bisikan mereka. Kemudian mereka memutuskan untuk lari. Aku yakin mereka khawatir dengan resiko ketahuan guru.

Aku turun memanggil penjaga sekolah untuk memadamkan api. Setelah api padam aku berniat untuk mengembalikan sepatu ini pada hyunjoong.

“hyunjoong-ssi lihat itu! sepatumu bersama wanita itu! kami melihatnya! Dia mencoba membakarnya.” Aku melangkahkan kakiku kekelas. Dan namja-namja brengsek ini ada di kelas.

“hyunjoong-ah. Ini tidak benar. Merekalah yang mencoba membakar sepatumu ini.” Aku membela diri. Tapi wajah hyunjoong bercampur aduk wajahnya sangat marah dan terbesit kekecewaan didalamnya. Aku mendekatinya perlahan dan mengembalikan sepatu miliknya. “ini aku kembalikan.”

Hyunjoong menatap sepatunya kemudian menatapku. Dia mengambil sepatunya dari tanganku “KAU BAKAR SAJA SEKALIAN!” teriaknya. Dia mencampakkan sepatu itu ke lantai. Kemudian berlalu. Dia bahkan tidak mengikuti pelajaran selanjutnya.

…..OOO^^OOO…..

“jungmin-ah.. ottokhhee??” rengekku pada jungmin. “bahkan dia tidak mengangkat teleponku. HHHUUAAAA!!!”

“sabarlah. Aku juga tidak tahu dia dimana dan sedang apa. Apa kau masih menyimpan sepatunya?” aku mengangguk kemudian kami berpisah.

Aku menunggui hyunjoong beberapa lama di sekolah. Bahkan sampai matahari tenggelam. Dan akhirnya aku yakin kalau dia sudah pulang.

Aku pulang berjalan kaki sambil tersaruk-saruk. Menyeret kedua kakiku yang kebas. Aku sudah berdiri berjam-jam didepan sekolah. Tamatlah sudah. Hyunjoong membenciku. Tidak akan ada yang dapat kulakukan.

Jembatan ini kosong. Hanya ada seseorang yang duduk disana. Aku mengenang berjalan bersama hyunjoong. Itu baru semalam. Dan sekarang pertemanan itupun musnah.

Orang yang duduk di jembatan ini memakai seragam yang sama dengan sekolahku. Dan aku dapat menebaknya.

“HyunJoong-ah!” hyunjoong langsung menoleh ke arahku gerak refleks yang tampaknya dia sesali karena melihatku disini. “kenapa kau disini malam-malam?”

Dia membuang wajah.

“Aku mohon dengarkan aku! Itu tidak benar merekalah yang ingin membakar sepatumu ini.”

“atas dasar apa?’

“karena kau terkenal! Kau terkenal dikalangan yeoja sekolah kita! Mereka tidak suka itu.”

“tapi buktinya ada bersamamu. Sepatu itu ditanganmu.”

“aku memergoki mereka di atap. Dan mereka sudah melempar sepatumu. Aku bahkan langsung terjun ke tengah api!” hyunjoong tampak tidak percaya. “kau tidak percaya kata-kataku kan?” aku curiga padanya.

“tentu saja. Omonganmu terdengar dramatis. Orang waras mana yang bisa mempercayaimu?” ujarnya skeptis.

“Dasar HyunJoong bodoh! Aku benci padamu!”

“Dasar yeoja gila! Namja mana yang bisa suka padamu? Pasti mereka semua akan langsung illfeel saat melihat yeoja gila sepertimu!!” sekarang kami sama-sama meneriaki satu sama lain. Dan hatiku teriris mendengar ucapannya.

Aku menangis. “aku menyukaimu.” Kemudian aku mulai tersedu. Wajah hyunjoong berubah. Dia mulai memerhatikanku sekarang.

“ku-kupikir kau menyukai jungmin.” Tangannya meraih wajahku untuk menghapus air mataku.

“dasar hyunjoong bodoh! Kenapa kau tidak dapat menangkap sinyalku?”

“aku rasa sinyalmu cukup payah.” Dia tertawa dan aku memukulnya.

Dia merangkulku dengan kedua tangannya. “jangan menangis lagi.”

“kau tidak bilang kau menyukaiku.”

“untuk apa aku mengutarakan perasaan pada orang yang mengitari jungmin?”

“sudah kubilang aku bukan mengitari jungmin. Jungmin selalu disampingmu.. aku lebih baik mengitarinya daripada kau. Kau tahu? Penggemarmu itu bayak sekali.” Aku menempelkan kepalaku di dadanya. Mendengarkan detak jantungnya.

“saranghanta” hyunjoong mengecup keningku dan wajah kami berdua sama-sama memerah.

Aku mendinginkan otakku. “HyunJoong-ah. Kau tahu apa yang kuinginkan.” Jelas aku bukan menyatakan pernyataan bukan pertanyaan. Refleks hyunjoong langsung melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh dariku.

Otaknya pasti langsung mengingatkannya tentang memorinya semalam. Apa yang kukatakan di jembatan dan membuatnya shock. “aku tidak mau!”

“kumohon..” aku mengatakannya dengan sangat sangat mengemis dan mendamba. Ini adalah jembatan yang sama. Orang yang sama. Dan aku menunggunya dengan tidak sabar.

HyunJoong memantapkan hatinya akhirnya dia mendekatiku kemudian memegang tanganku. Seakan-akan kegugupannya menjalar ke tubuhku lewat tangannya. Alhasil kami berdua sama-sama gugup. Hanya suara jantung yag berdegup kencang terdengar dimalam hari ini. Dia menatapku lekat-lekat. Sesekali kami berdua sama-sama memalingkan wajah merasa malu kemudian dia memulai.

Aku dapat merasakan wajahnya semakin dekat kewajahku. Aku masih memasang mataku dengan sangat baik. Kemudian dia berhenti.

“wae?” jantungku masih berpacu.

“kau tahu?? Kenapa kau tidak menutup matamu dan diam? Kalau kau membuka matamu seperti itu aku menjadi sangat gugup.” Dia mengakui. Dan aku otomatis menutup mataku.

“dasar bodoh.” Hyunjoong menyapukan tangannya ke wajahku dan berbalik pergi.

“wae??” kataku sambil mengejarnya.

“sudahlah. Kita lakukan lain waktu” aku sudah mendapatkan tangannya. Kemudian kami berjalan santai kerumah.

‘Lihat saja aku pasti akan mengingatnya’

*The End*

Advertisements

About 501island

Hi, There! Just visit this fansite^^ fanfiction, news, and others.. let's play around

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s