Title: First BoyFriend

Author: 501island

Casts: Minzy (2ne1)

Park Bom (2ne1)

Taeyeon (snsd)

Gikwang (B2st)

Genre: school, romance

Rating: General

Length: Onshot

…OOO^^OOO…

Tahun pertamaku memasuki Sekolah menengah. Dan tiba-tiba setelah upacara penerimaan murid baru, seorang kakak kelasku yang paling tampan di sekolah yang kumasuki ini menyatakan perasaannya padaku.

“Minzy, maukah kamu menjadi pacarku?” ia menatapku lekat bahkan aku tidak dapat berkata apa-apa.

……..

“apa itu benar??” temanku bahkan memuncratkan minumannya saat aku menceritakan kejadian semalam.

“ne” aku mengangguk kuat-kuat. Mana mungkin ada yang bisa percaya, pria ter-famous dan tertampan di sekolah ini menyatakan perasaannya pada seorang murid baru sepertiku. (hiks-hiks nyesek sih)

“hah.. apakah itu benar?? Bukan akal-akalanmu saja?” temanku yang agak kurang menyukaiku (banget) memutarkan kedua matanya.

“iiihhh.. kenapa? Iri ya?” bom semakin memanas-manasi taeyoon di seberang sana.

Aku menyikut bom, akhirnya taeyoon mengalah dan berpaling. Syukurlah.

“Jadi apakah kau sudah bertukar nomor dengannya?” kami sedang berjalan di koridor. Bom terus-terusan mengoceh tentang Gikwang yang membuat pipiku terus memerah.

“eumm..”

“jangan bilang kalau kau lupa” bom berdiri di depanku, menghalangi jalanku menaiki tangga, ia melipat kedua tangannya sambil memiringkan kepalanya tidak percaya.

“sebenarnya aku memang tidak terpikir untuk itu.” akuku.

Secara ajaib gikwang muncul dari balik park bom. Aku bahkan tidak tahu sejak kapan dia berada disana.

“apakah aku boleh meminjam temanmu?” suara gikwang yang selembut beledu bahkan membuat bom tidak dapat berkata apa-apa. Dia hanya bisa mengangguk pelan.

Gikwang menarikku turun dari tangga dan sedikit menyudutkanku di dinding.

“maukah kau pulang bersamaku mulai hari ini?” kalimatnya sangatlah sopan, ini yang kusukai darinya.

Sudah dapat dipastikan wajahku berbinar-binar saking senangnya. “ba-baik aku akan menunggumu di stasiun kereta bawah tanah” aku bahkan langsung menutup mulutku setelah menyadari suara yang keluar adalah suara kegembiraan yang nyaring.

*bel pulang

“wah asyiknya yang akan pulang dengan pacar” bom melamun.

Aku hanya senyam-senyum sambil bernyanyi riang.

“wah-wah. Senangnya pacar pertama.” Salah seorang penggemar gikwang sering meledekku.

“aissshh.. kalian mau apa hah? Minzy, cepat pergilah cari gikwang. Omongan mereka tidak usah dihiraukan.” Bom.

*stasiun

#Siiiiiiiiiing# (hening bahkan suara jangkrik pun tidak ada) =.=

Kok rasanya canggung ya??

Pertanyaan yang berkecamuk dalam benakku. Kami berdua canggung sekali. Apakah aku harus memecah keheningan. Tapi apa yang harus aku katakan?

Aku bahkan tak sanggup untuk melihat ke arahnya, alih-alih aku melihat orang-orang yang lalu lalang.

Gikwang melangkah ke depanku. #DegDegDeg#

“aku sebenarnya bingung kenapa anda me(kereta melintas dengan kencang di belakang gikwang)” kataku.

“eumm apa?” gikwang bertanya padaku, mungkin suaraku teredam oleh suara kereta.

“tidak-tidak ada apa-apa. Tapi sepertinya rambut anda berantakan.”

Dia menggosok-gosok rambutnya, malah semakin berantakan (walaupun menurutku itu semakin keren). “apakah kau tidak suka pergi dengan pria yang berantakan?” tanyanya. “oh iya, jangan gunakan kalimat formal. Anggap saja aku teman sebayamu.”

“ne”

“apakah kau ada waktu besok? Maukah kau menonton?” gikwang mengalihkan pandangannya. Dia melihat ke samping, mungkin ia malu J

D.A.T.E

“ya. Aku ada waktu, besokkan hari libur”

…OOO^^OOO…

*keesokan harinya^^

‘haaahh.. aku sangat gugup bahkan aku datang setengah jam lebih awal.’ Padahal aku sudah bolak-balik memilih baju, tapi waktu berjalan sangat lambat.

“Hiks-hiks”

“Hiks-hiks.. Eommaaa..”

Aku menoleh ke samping, dan melihat seorang anak laki-laki sedang menangis.

“Annyeong.” Sapaku. Dia mengusap-usapkan matanya untuk melihat siapa yang sedang berbicara.

“apakah kau tersesat?”

“anio.”

“dimana eommamu?”

“k-kkaaata eommaku.. aku harus menunggu disini. Tapi entah kenapa ia tak kunjung kembali. Aku takut.. Hiks-hiks” anak ini menangis lagi. Aku mendekatinya perlahan.

“apakah kau mau menunggu bersama kakak?” kataku sambil memangku anak itu, perasaannya sedikit lebih baik tampaknya.

Menunggu dengan kakak?”

“iya dengan kakak.”

“hmmm” dia mengangguk kemudian kami tertawa bersama.

Waktu berlalu, eomma anak itu kembali, setelah ia mengucapkan terima kasih mereka pulang bersama. “Dada kakak!!” ^^

“ya!” seseorang mengagetkanku dari samping, melihatku dengan tatapan yang tajam.

“gi-gikwang? Kau membuatku terkejut. Sudah berapa lama kau disini?”

“10 menit”

Aku menatapnya dengan seksama, memastikan “apakah kau marah?”

Dia menggeleng “tidak”. Tak lama kemudian dia tersenyum. Dan senyumnya sangat memikat.

“kkaja.” Ajaknya.

…….

“Bagaimana kalau nonton ini?” aku memilih film dengan tag romance. Gikwang langsung mengiyakan mungkin untuk membuatku senang.

Setelah membeli makanan kami memasuki studio 1.

Dan paling mengejutkan sepasang pasangan kekasih sedang melakukan kiss.

“a-apa yang sedang mereka lakukan????” aku memalingkan wajah ngeri.

“Haaiii. Aku yakin kalian adalah pasangan” seorang wanita berseragam menyapa kami.

Kami mengangguk sopan (sekaligus terkejut. Kakak ini mistis. Tiba-tiba muncul)

“disini dilaksanakan kontes kekasih. Apakah kalian akan ikut? Ini hadiahnya.” Dia menunjukkan sebuah gantungan handphone yang sangat imut berwarna pink yang membuatku langsung jatuh cinta.

Aku langsung melihat sekeliling, pantas saja disini banyak pasangan kekasih dan mereka sedang mesra-mesraan. Tunggu berarti untuk mendapatkan itu, kami harus mesra-mesraan. Aku meliriknya cepat. Gikwang sedang menoleh pipku langsung panas, yakin pasti dia tahu isi pikiranku.

Gikwang meraih tanganku pelan dan mengangkatnya.

“wah-wah.. so cute^^”

kakak-kakak itu bertepuk tangan melihat gikwang menggenggam tanganku. Dan seketika gikwang mengalihkan pandangannya, tepatnya membuang muka. Dan wajahku merah padam.

“apakah ini pacar pertamamu” tanya kakak itu padaku.

Aku mengangguk dalam.

“sudah kuduga!” dia menepuk tangannya lagi. “selamat ya^^ ini” dia menyerahkan gantungan itu kepadaku. Kemudian gikwang melepaskan pegangan tangannya.

Setelah kakak itu pergi aku berterima kasih pada gikwang. Dan dia hanya menjawab “yeah” tampaknya dia masih malu.

Setelah menonton dia mengantarku pulang.

…OOO^^OOO…

“WOW. Jadi dia memegang tanganmu??” bom asyik mendengar ceritaku.

“seperti pacar pertama.” Lanjutku. “aku juga membuatkannya bekal.”

“kalian akan makan siang bersama? Huh.. aku sendirian dong.” Aku tersenyum untuk menyemangati bom.

“bekal? Seperti anak smp. Hahahaha.” Taeyoon dan teman-teman seperjuangannya menertawakanku dengan nikmat.

“sudahlah minzy, jangan perdulikan mereka. Kau pergi saja.” Bom.

Aku melangkahkan kakiku keluar. Tapi mereka mencela lagi.

“pacar pertama? Seingatku gikwang bukan pacar pertamamu.”

#TLAK

Aku menjatuhkan kotak bekal. Sekeliling hening. Ini adalah jawaban ‘iya’ dari tingkah lakuku. Memang benar gikwang bukanlah pacar pertamaku. Aku telah membohonginya.

“benarkan apa kubilang.” Taeyoon.

#BRAAAAKKK

Gikwang datang, ia memukul pintu. “siapa yang bilang kalian boleh mem-bully pacarku?” tanyanya dengan sinis.

Airmataku merebak. Bahkan gikwang ada disini. Berarti dia sudah mendengar semuanya.

aku berlari meninggalkan ruangan, bahkan menggeser gikwang menyingkir dari jalanku. Dia pasti telah membenciku karena aku sudah membohonginya.

Roof. Aku yakin tidak ada yang dapat menemukanku disini.

Tap.. Tap.. Tap.. (langkah kaki)

Aku mendongak melihat siapa yang datang.

“ada apa?”

“seharusnya aku yang bertanya ada apa.”

“bukankah kau yang lari?”

“apakah kau membenciku?”

“tidak.”

“kalau begitu kenapa kau bilang kau menyukaiku?”

“karena aku memang menyukaimu.”

“kenapa? Bahkan kita tidak pernah saling berbicara bahkan kita tidak pernah bertemu.”

“kau tidak ingat?”

“ingat apa?”

“di sebuah kota, seorang anak laki-laki terjatuh saat dia membawa eskrim di tangannya. Dia terjatuh menimpa eskrim itu dan menangis tersedu-sedu, bahkan tidak ada seorangpun yang mengangkatnya hanya untuk berdiri. Mereka tidak ingin baju mereka kotor hanya untuk eskrim anak kecil. Kemudian kau datang dan membantunya berdiri sambil tersenyum. Kemudian membelikan anak itu eskrim yang baru.”

Sejujurnya aku agak terperangah saat gikwang bercerita panjang lebar. Aku menyela, “apakah kau anak kecil itu?” aku mengingat lagi walaupun samar. “mirip sih, tapi cepat sekali kau besar, waktu itu sepertinya aku smp.”

“bukan aku. Itu adikku.”

“jadi apa hubungannya?”

“aku mencarimu untuk berterimakasih, tapi kau tidak kunjung kutemukan. Saat aku tahu kau berada satu sma denganku aku memerhatikanmu. Karena itu aku menyukaimu. Dan ingin menjadi pacarmu yang pertama.”

“maafkan aku, kau bukan yang pertama. Kau terlambat satu langkah.”

“tidak apa-apa selagi masih ada kau menurutku aku tetap yang pertama.”

“menurutku juga begitu.”

Gikwang menghapus airmataku dan menciumku lembut.

*The end

Author: saya meminta maaf kepada para SONE.. tolong maafkan saya. saya benar-benar tidak tahu harus membuat siapa untuk menjadi yg jahat. #PLAK# maafkan saya SONE.. Hiks-hiks.

Advertisements

About 501island

Hi, There! Just visit this fansite^^ fanfiction, news, and others.. let's play around

2 responses »

  1. It¡¦s really a cool and useful piece of info. I am satisfied that you just shared this helpful information with us. Please stay us informed like this. Thank you for sharing.

  2. Excellent read, I just passed this onto a friend who was doing some research on that. And he just bought me lunch since I found it for him smile Therefore let me rephrase that: Thanks for lunch!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s