Tema               : Love

Judul               : Unbelievable

Rating             : General

Genre              : Comedy Romance

Cast                 : Yoon Hye Han, Kim Hyun Joong(SS501), Kim Hyung Jun(SS501), Park Jung Min(SS501), Heo Young Saeng(SS501), Kim Kyu Jong(SS501), Hyun Minjee, Park Rin Rin.

-intro-

*Han POV*

Nama ku adalah Yoon Hye Han, aku sangat mencintai korea, seperti SS501, SHINee, B2ST, Infinite, Super Junior, FT.Island, CN.Blue, Boyfriend, U-kiss, dan K-pop lainnya. Tapi diantara semuanya, aku sangat mencintai SS501, aku terlalu tergila-gila pada meraka. Hahaha~ aku pun sering berkhayal. Tapi itukan wajar.

 

Aku masih terlelap di SS501 dreamland ku, entah mengapa tiba-tiba…

“bruuuk” seperti ada benda terlempar kepadaku. Tidak begitu keras, sepertinya bantal yang terlempar ke arahku itu. Rasanya aku mau bangun, tapi begitu malas yaa. (maklum, kebiasaanku payah bangun). Ketika aku sedang bermain dalam pikiranku, tiba tiba terdengar suara..

“Hei! Apa yang kau lakukan? Mengapa kau melemparnya? Ha?”

Haha~ kok suara itu seperti yang di film playful kiss ya? Kayak suara Baek Seung Jo ato tepatnya suara Kim Hyun Joong SS501’s leader (ketua) hahah. (dasar aku tukang khayaal)

Mian (maaf) hyung (panggilan abang seorang laki-laki ke lelaki lebih tua), tadinya aku hendak melemparmu, eh malah kenak dia” suara lain menyauti. Kali ini suaranya terdengar rendah, bariton yayaya.

Tiba tiba suara lembut dan tinggi dan halus menyambung percakapan mereka…

“Kau ini memanglah, keterlaluan sekali, bercanda kok lagi situasi kayak gini? Dia kan sedang beristirahat”

Suara lain menyauti,

“Sudahlah, jangan berdebat lagi, dia sedang sakit, jangan mengganggunya”

Aah, dimana aku ini? Diantara 4 laki-laki yang tak ku kenal suaranya,hmmm mungkin cuma mimpi yaa. Sahutku dalam hati. Tapi kemudian, suara yang berbeda dari ke-4 suara tadi berbicara,

“Eh, hyung, apa tidak sebaiknya kau membuatkan makanan untuknya? Manatau nanti dia bangun, pasti dia kelaparan”

“Aaah yaa, kau benar, sebaiknya aku masak sesuatu” kata suara yang pertama kali ku dengar. Sepertinya iya pergi ke luar, karena langkah kakinya menjauh dari ku.

Tak lama kemudian, aku mencium harum makanan, aah aku lapar sekali, pengen rasanya ngikuti harum makanan itu. Cuma, kantuk ku masih menang dalam hal lapar ini. Tiba-tiba…

Aiiiih, lasaknya orang ini, ga tau apa dia aku sedang tidur? Terdengar suara berbicara…

“Hei! Hei! Babo(bodoh, idiot)! Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak tau dia sedang tidur?” suara ini seperti suara yang menyuruh orang tadi masak makanan.

“Iya, bagaimana nya kau ini, ckckck” sambung suara lembut itu.

“Aku kan hanya bermain saja sih” sepertinya suara orang yang lasak ini.

“KALAU BEGITU MAINLAH DI LUAR!!!!”, teriak tiga orang lainnya.

Aaargh mau ga mau aku harus bangun ini, aku pun membuka mataku.

Eh? Haa? Apa aku mimpi? Looh? Pikirku. Bukannya ini anak DoubleS ya? Loh kok bisa di sini? Apa ini realty show ya? Mana kameranya? Ini ga rumah ku, berarti aku di tempat orang ini dong.

KYAAAAAAAAAAAAA! Hahaha beneran ini ya?

Kyu oppa (panggilan seorang gadis ke lelaki lebih tua) berkata,

“Aiiish lihat ulah mu, dia kan jadi bangun. Kau ini!”

“Ckckck” Saengi oppa hanya bisa menggelengkan kepala melihat ulah Jung Min oppa.

Oooh, jadi tadi yang melempar bantal, terus yang lasak di tempat tidur ini Jung Min oppa toh, pantas lah. Tiba-tiba seseorang masuk dari pintu..

“Hei!!! Apa yang kalian lakukan? Kenapa ribut sekali sih, ga tau ya di sedang sakit” Hyun oppa menunjuk ke arah ku.

Waaaaah! Hyun oppa, apa ini mimpi ya? Mendengar suaranya begitu dekat, pengen lari terus meluk Hyun oppa, eh cuma kok badan aku ga bisa gerak ya?

“Ah, kau sudah bangun ya?” sapa Hyun oppa padaku.

“Ya iyalah dia suda bangun hyung, mana mungkin dia tertidur tapi matanya terbuka begitu” kata Jung Min oppa menyambung.

Sebuah boneka kuda terlempar ke arah Jung Min oppa, ahaha sepertinya Kyu oppa yang melakukannya. Haha aku begitu terhibur melihat tingkah mereka.

“Aaah~ maaf ya, apa mereka mengganggu mu sehingga kau terbangun?” Tanya Hyun oppa begitu khawatir.

Aku pun menjawab dengan cepat,

“Ah tidak kok oppa~ tidak begitu”

“Ya syukurlah kalau begitu, tunggu sebentar yaa. Makanan mu sebentar lagi siap kok, kau pasti lapar kan?” tanyanya

Aku pun mengangguk, lalu Hyun oppa pun berlalu pergi keluar.

Hyung perhatian sekali ya padamu Han, hahaha” kata Jung Min oppa tiba-tiba

Aku tersipu malu, ah~ benarkah? Eh, tapi, dari mana mereka tau namaku? Aah mungkin dari dompetku ya.

Loh, kok?  Sepertinya raut wajah Jun oppa berubah muram, apa dia cemburu pada ku karena Hyun oppa memerhatikan ku? Ada-ada saja aku ini. Aah perasaan ku saja mungkin yaa.iyaa…mungkin.

“Yasudah, aku keluar dulu ya, aku mau main di luar saja, nanti kalian marah lagi samaku, aku buat jus wortel dulu.” kata Jung Min oppa. Terlihat sekali dia memamng menyukai wortel.

“Yaa, aku juga, ada buku yang harus ku cari” kata Saengi oppa menyusul.

Kyu oppa menyambung,

“Aku juga, aku mau bantu hyung menyiapkan makanan, kau ga kemana-mana kan Jun?”

“Ah tidak, pergilah, siapa lagi yang mau menjaga kalau bukan aku, huft” kata Jun oppa

Aah sepertinya dugaan ku memang benar, Jun oppa memang kurang nyaman bersama ku, aku pun memberanikan diri bertanya padanya,

Oppa~?” panggilku

“Ha? Ada apa? Kau butuh sesuatu?” tanyanya

“Ahh, tidak kok” sergah ku cepat

“Aku hanya ingin tau, apa kau marah padaku? Lanjutku

“Hahaha…” dia tertawa kecil.

“Marah? Padamu? Buat apa aku harus marah? Kau kan tidak ingin membunuhku” katanya

Ha?? Aku terheran sendiri, maksud Jun oppa apa ya? Apa bercanda? Candaan yang aneh. Ah, aku langsung kembali ke pembicaraan, takut dia mengira aku tidak memperhatikannya.

“Bukan begitu oppa, hehe…” aku member kesan lucu, supaya dia tidak curiga.

“Eeem, entah mengapa, setelah Jung Min oppa berkata kalau Hyun oppa begitu perhatian pada ku, ekspresi wajah mu berubah oppa?” sambungku serius

“Benarkah?” katanya sambil memegangi wajahnya

“Aaah, bukan begitu Han, aku hanya khawatir padanya, pasti perasaan dan pikirannya terbebani. Pasti dia sangat merasa bersalah padamu” jelasnya

Loh? Merasa bersalah kenapa? Emang apa yang terjadi padaku? Apa kejadian itu yang membuat aku tidak bisa bergerak sekarang? Aaah pikiranku bingung. Tiba-tiba Hyun oppa masuk,

“Aah ini, aku sudah bawakan makanan buatmu. Ini..”

Entah mengapa, Jun oppa langsung berdiri dan ia pun berjalan keluar kamar. Tapi aku yakin, aku bersumpah, aku melihat wajahnya begitu kecewa karena Hyun oppa begitu memerhatikan ku. Apa benar Jun oppa suka sama Hyun oppa? Masa sih iya berita-berita itu? Aah membuatku benar benar bingung. Tapi biarlah, toh sekarang ada Hyun oppa di depan ku.

Gomawo (terima kasih) oppa~ aah aku merepotkanmu ya? Mian oppa~” kataku tidak enak pada Hyun oppa.

“Ahh, jangan berkata seperti itu, aku seharusnya aku yang minta maaf kepadamu, tadi malam itu aku benar benar tak ada maksud menabrakmu. Semalam kan hujan sangat lebat, di sertai kabut juga, kau menyebrang jalan, aku benar-benar tidak melihatnya. Maafkan aku ya~ Emangnya kau mau kemana?” Tanya Hyun oppa.

“Hahaha~ oo begitu, aku tidak terlalu mengingatnya oppa~” jelasku

“Benarkah? Kau tidak mengingatnya? Apa kau lupa ingatan?” Tanya Hyun oppa khawatir

“Ha?” hanya respon itu yang bisa ku berikan, menambah kepanikan Hyun oppa.

“Hei? Kau beneran ga ingat apa pun? Coba, siapa nama mu?” Tanya Hyun oppa semakin khawatir.

Oppa~ oppa~!!! tenanglah, aku ga lupa ingatan, nama ku Yoon Hye Han, biasanya aku di panggil Han, oppa~ aku tidak apa-apa, hanya saja aku tidak ingat kejadian tadi malam. Itu saja oppa~” kataku meyakinkan Hyun oppa setengah berteriak.

“Aaah, syukurlah kalau begitu Han, aku kira kau lupa ingatan, aku akan semakin merasa bersalah” kata Hyun oppa menghela nafas sambil memegangi dadanya.

“Haha iya oppa, aku tadi mau menjelaskannya padamu, cuma kau tidak memberiku kesempatan untuk berbicara” kataku pada Hyun oppa

“Iyaa, maaf ya, kalau begitu makanlah, nanti buburnya terlanjur dingin” kata Hyun oppa malu.

Mian oppa~ bisa kau bantu aku duduk? Rasanya aku ga sanggup menggerakan badanku” kataku

“Ah, benarkah? Segitu parahnya? Aah aku benar-benar bersalah padamu, kalau begitu, sini aku suapkan saja” kata Hyun oppa

“Ga usah oppa, aku sudah terlalu merepotkan mu” kataku menolak dengan halus. (sebenarnya sih ga bakal nolak ya, cuma agak jaim sikitlah kkk~)

“Hey, sudahlah, sekali ini saja. Bagaimana kau bisa makan sambil tiduran gitu Han? Kata Hyun oppa

“Emm, yasudah oppa, kalau tidak merepotkanmu.” Kataku

Akhirnya, Hyun oppa pun menyuapkan ku. Tapi sepertinya ada bayangan melintas dari pintu tadi. Apa Jun oppa mendengar semuanya? Apa Jun oppa marah ya sama ku karena dekat sama Hyun oppa? Aku jadi merasa bersalah. Nanti aku harus minta maaf lagi padanya. Aku berjanji pada diriku.

 

Malam harinya, Hyun oppa datang ke tempatku, dia membawakan aku obat. Katanya tadi dia baru dari dokter. Yasudahlah, akupun meminum obat dari Hyun oppa.

“Makasih ya Hyun oppa~” kata ku

“Aaah, jangan seperti itu, aku kan sudah seharusnya bertanggung jawab” katanya

“Yasudah, istirahatlah” sambungnya

Aku mengangguk, dan Hyun oppa pun meninggalkan ruangan.

Emm, kalo aku tidur disini, mereka tidur dimana ya? Kan kamar disini cuma satu, pantas saja tempat tidurnya begitu besar. Pengen rasanya ngintip keluar, ngeliat dimana orang itu tidur. Aah tapi aku ga bisa gerak, ya mungkin besok aku bisa liat.

Paginya, kamar ini ribut seperti biasa. Pasti ulah Jung Min oppa~, Akupun akhirnya memutuskan untuk bangun.

“Hey dasar putri tidur, lama sekali kau bangun!” kata Jung Min oppa

“Ah? Benarkah? Mian. Maafkan aku” kataku merasa bersalah sambil menunduk.

“Kau ga perlu minta maaf, kau kan sedang sakit. Sudah, jangan hiraukan si Mal(kuda/panggilan Jung Min oppa)” Hyun oppa membelaku

“Aiiiisshhhh!” kata Jung Min oppa

“HAHAHAHA!!” yang lain pun menertawakan Jung Min oppa, hanya Jun oppa saja yang kelihatanya tidak tertarik mengganggu Jung Min oppa. Padahal biasanya kan dia yang paling semangat.

Tiba-tiba bel rumah berbunyi….

TENGTOOONG!!TENGTOOONG!!

“Hey Mal, bisakah kau membukakan pintu?” kata Kyu oppa

Yang lain menertawakannya, tentu saja kecuali Jun oppa.

“Kenapa harus aku?” Tanya Jung Min oppa malas

“Sudahlah, bukakan saja haha, itu saja pun kau masalahkan” kata Saengi oppa

“Ahhh iyalah, terserah kalian” Jung Min oppa akhirnya menyerah dan membukakan pintu.

“HEI! SIAPA YANG DATANG?” teriak Saengi oppa

“Ga perlu teriak teriak juga” kata Jung Min oppa bersama dengan dua orang perempuan.

“Hyun Minjee~ Park Rin Rin~” teriakku

“Kau lagi Han” kata Jung Min oppa

“Hehehe, mian oppa~” kataku

Hyun Minjee dan Park Rin Rin mendekatiku, mereka terlihat khawatir..

“Bagaimana kabarmu Han? Sudah membaik?” Tanya Hyun Minjee padaku

“Ahh, aku sudah membaik Hyun, bagaimana kalian bisa tau aku disini?” tanyaku

“Ooo itu, aku menghubungi mu berulang kali, karena ibu mu bilang mereka mau ke Indonesia, katanya kau nanti mau menginap di rumahku. Karena kau ga sampai-sampai aku terus menelponmu, dan salah satu dari mereka mengangkat panggilanku, dan menyuruhku datang kemari.” Jelas Hyun Minjee

“Haha, wajar saja kalau kau lupa samaku. Berada di tengah tengah mereka ternyata kau, apalagi ada Hyun oppa haha” goda Rin Rin sambil menyenggol Hyun Minjee

“Aaah, maafkan aku Hyun, Rin Rin, aku seharusnya lagsung mengabari kalian. Haha, maksudmu ada Hyun oppa? Kau bercanda saja. Apa yang kau katakana pada ibu?” tanyaku

“Eh, mian, aku mengatakan pada ibumu kau di rumahku dan sedang istirahat, tapi kan itu lebih baik daripada dia memutuskan kembali dan segalanya menjadi rusak haha” kata Hyun Minjee padaku

Semuanya tertawa mendengar perkataan Hyun Minjee, haha yaa, begitulah Hyun Minjee, dan Rin Rin, sahabatku, sangat apa adanya sehingga membuat orang yang di sekitarnya bahagia. Setidaknya aku melihat Jun oppa tidak begitu menahan tawanya lagi. Ooh syukurlah.

 

Malamnya, setelah selesai makan malam, Hyun Minjee dan Rin Rin pamit pulang. Ibu mereka akan sangat khawatir kalau dia sampai menginap. Jadi mereka pun berpamitan pulang pada kami semua

“Han, aku pulang dulu yaa. Cepat sembuh.” Kata Hyun Minjee padaku.

“Iya, gomawo. Hati hati di jalan ya. Maukah kalian datang lagi besok?” tanyaku

“Bolehkah?” Tanya Rin Rin balik

Aku melihat kearah Oppadeul (panggilan ke laki-laki yang lebih tua<jamak>). Aku melihat Saengi oppa mengangguk.

“Datang lah lagi ya besok” kataku

“Baiklah, kami akan usahakan datang ya, kau tau kan aku payah keluar rumah” katanya lalu menuju ke luar pintu

“HATI-HATI DI JALAN HYUN MINJEE, PARK RIN RIN” aku mendengar suara oppadeul di luar. Lalu mereka kembali ke kamar.

“Baiklah sudah malam Han, sebaiknya kau tidur” Kyu oppa mulai bicara

“Ya benar, tidurlah putri tidur haha” kata Jung Min oppa menyambung

“Selamat malam Han” Hyun Oppa mengakhiri, dan mereka pun keluar.

Akupun tertidur dengan lelap.

 

 

Paginya aku terbangun, ini sudah hampir seminggu lebih aku disini, eh apa aku terbangun lebih cepat ya? Kok tumben Jung Min oppa ga ribut? Aah, ngurus kelinci kali ya. Lagi sibuk-sibuknya mikir, Hyun oppa masuk…

Annyeong!(sapaan di korea) Gimana tidurmu?” tanyanya

“Nyenyak oppa hehe” jawabku

“Ini sarapanmu” katanya sambil memberikan bubur. Tapi dia tidak menyuapiku lagi, ga enak juga di suapin mulu.

Gomawo oppa~” kataku

“Eh? Ya makanlah” ujarnya.

Sepertinya Hyun oppa sedang gelisah, pikirku sambil makan. Seperti ada yang tidak beres. Dia terlihat ga seperti biasanya. Apa aku bertanya aja ya? Ah janganlah, kesannya kok ga sopan. Tapi penasaran, ah tanya aja deh..

Oppa~” kataku

“Ya? Ada apa? Kau mau minum?” tanyanya

“Aaah, nggak, kau ada masalah ya oppa?” Tanyaku

“Eh?? Tidak, aku…emm..aku hanyaa…emmm, sudahlah lupakan. Makan saja” sahutnya

“Ah? Yaa baiklah” kataku langung makan. Mungkin Hyun oppa belum mau cerita sama aku. Atau ini urusan laki-laki. Yayaya~ pikirku positif

“ Mana yang lain oppa?” Tanya ku mengalihkan

“Aaah, itu, Rin Rin dan Hyun Minjee datang. Mereka sedang mengobrol. Tadi ga kemari takut mengganggumu. Yaa jadi mereka di luar saja.” Jelas Hyun oppa.

Aah aku rindu Rin Rin danHyun. Sudah tiga hari mereka ga kemari. Sibuk mungkin yaa.

“Bolehkah aku ikut bergabung kesana?” tanyaku

“Bagaimana kalau mereka saja yang kemari, kau kan masih sakit.” Ujarnya

“Ahh, tidak oppa, aku sudah baikan. Mungkin kau hanya perlu memapahku kesana” kataku pada Hyun oppa.

“Yasudahlah kalu kau memang mau begitu, cepatlah habiskan makananmu” katanya

Akupun hayna mengangguk dan segera menghabiskan makananku.

 

*Jung Min POV*

“Iyaaa, aku yakin loo” kataku

“Kau tau dari mana? Jangan asal bicara saja” kata Kyu padaku.

“Aiiih, masa kau ga liat sih, hyung ga kayak biasa lo, perhatiin deh dari dia yang mulai sedikit membuat lelucon, sampai sering berdiam diri, dan sekarang sudah jarang mau bergabung dengan kita” aku meyakinkan mereka.

“Iya juga sih kalo dari penjelasanmu akupun berpikir begitu.” Saengi menambahkan sambil manggut-manggut.

“Ah masa seperti itu?” kata Rin Rin yang biasanya jarang bicara kalo di hadapan kami.

“Iya, juga Rin Rin, ada benernya kata kata Jung Min oppa, kita sendiri aja udah liat kan?” kata Hyun Minjee

“Mungkin dia hanya merasa bersalah dan khawatir terhadap Han, mana pernah dia nabrak orang” kata Kyu menengahi.

“Sudah lah, kenapa bahas itu sih, ga usah ngurusin urusan orang lah kita” tiba tiba Jun bicara. Semua terkaget dan melihat ke arahnya. Tapi kami segera buang muka, takut dia menyadari kami memerhatikannya.

Kenapa orang-orang ini? Dari hyung yang menjadi pendiam, dan Jun yang menjadi sensitif. Aah ntahlaah, pikirku.

 

 

*Han POV*

Aku menyelesaikan sarapanku, segera aku ambil minum. Lalu berkata pada Hyun oppa,

Oppa, sudah. Ayo kita bergabung kesana”

“Eh, yaaa sini kubantu berdiri” katanya sambil tersadar dari lamunannya.

Kami pun menuju ke ruang tamu. Disana mereka berkumpul, tapi sepertinya tadi ada perdebatan di antara mereka. Karena mereka sedang sibuk sendiri-sendiri. Bukannya berbincang-bincang.

“Han!!” kata Rin Rin menghampiriku dan membantu Hyun oppa. Mereka mendudukkan ku di sofa.

Gomawo oppa, Rin Rin” kataku setelah duduk.

Hyun oppa tersenyum dan Rin Rin duduk di sebelahku. Aku bertanya padanya sambil berbisik,

“Ada apa? Kok sepertinya lagi diem dieman gitu?”

“Ahh, tak ada, hanya masalah biasa. Kau taulah hehehe” katanya

Aku hanya mengangguk-anggukan kepala. Aah ternyata masalah kecil saja.

Sorenya Hyun dan Rin Rin pulang. Soalnya mereka besok ada kegiatan di sekolah, kegiatan organisasi tari. Setelah mereka pulang, akupun langsung di papah ke kamar dan segera beristirahat. Setelah beberapa menit di tempat tidur, aku langsung kembali ke SS501 dreamland ku. Tertidur dengan sangat pulas.

 

 

Malamnya aku terbangun, wajarlah, aku tidur saat masih sore, dan terbangun kurang lebih pukul 11 malam. Aku perlu ke kamar mandi sekarang. Akupun turun dari tempat tidurku, dan perlahan-lahan menuju kamar mandi. Ternyata mereka belum tidur, pikirku. Apa mereka lagi ngebahas sesuatu yaa?

Akupun jalan menuju tempat mereka, walnya ga ada niat nguping. Cuma aku mendengar mereka menyebut-nyebut namaku. Akupun penasaran dan langsung nguping pembicaraan mereka. Untungnya rumah ini cukup strategis menguping pembicaraan mereka tanpah harus dilihat mereka. Dan untungnya lagi, aku bisa melihat muka mereka dengan sangat jelas. Akupun mulai menguping….

 

*Hyun Joong POV*

Hyung, sepertinya ada yang benar ga beres laah samamu” kata Jung Min padaku

“Ha? Kenapa? Apa yang salah?” kataku

“Hey kami ga buta hyung, kami surah memperhatikanmu seminggu ini” kata Saengi

“Sangat berbeda saat Han pertama kali datang ke sini” kata Kyu sepertinya menjelaskan maksud mereka padaku.

“Emang apa yang salah dengan Han? Apa yang salah dengan ku? Ga ada kok. Biasa saja” kata ku membela diri.

“Sudahlah hyung, jujur saja pada kami, kau ga perlu menyembunyikan apapun dari kami. Tanpa perlu kau bilangpun kami sudah mengerti apa yang terjadi padamu. Tapikan lebih baik kau jelaskan saja kepada kami, supaya jangan ada yang salah pengertian” kata Jun tanpa ku duga.

“Huuuuuft” aku menghela nafasku panjang. Aaah haruskah kuceritakan ke mereka? Masa aku harus bilang? Nanti apa kata mereka? Apa mereka bakalan marah? Menertawakanku? Pikiran ini berkecamuk di otakku.

“Sudah, ceritakan saja hyung. Ga usah banyak pertimbangan lagi. Kita ini saudara kan? Jadi kita harus saling terbuka. Setidaknya itu pasti melegakan mu, walaupun sedikit. Begitu kata buku yang pernah ku baca.” Ujar saengi

“Emmm….begini, aku tak tau harus mulai dari mana, dan entah sejak kapan aku tak bisa berhenti memikirkan Han…” kataku akhirnya

“Tapi kan…..”kata Jung Min memotong, namun segera ku letakkan telunjukku di bibir dan ia segera diam.

“…aku tahu pasti kalian berpikir ini mungkin terjadi karena aku banyak menghabiskan waktu ku dengannya. Atau karena aku merasa bersalah padanya. Awalnya aku kira juga begitu, tapi semakin hari aku benar-benar tak bisa lepas dari Han. Ntahlah, benar-benar payah menjelaskan ini semua. Tapi kalian menangkap maksudku kan?” kataku akhirnya

“Yaa hyung, kami paham kok. Kami berjanji akan membantumu!!!!!” kata Kyu sambil manggut-manggut dan mengacungkan tangannya sambil di kepal.

“Kenapa ga kau nyatakan saja?” kata jun tiba-tiba.

Tapi belum lagi aku menjawab, tiba-tiba Jung Min menokok kepala Jun,

“Ckckck, kau ini bodoh, atau pura-pura bodoh? Kau tau kan hyung ga ahli dalam hal itu. Masa’ kau menyuruhnya menyatakan begitu. Aiiiiiiishhh.” Kata Jung Min sambil menggelengkan kepala.

Aku tertawa kecil, dan kamipun berdiskusi menentukan apa yang seharusnya dilakukan.

 

*Han POV*

Aku terdiam,lemas, terduduk. Payah sekali menelan ludah yang ada di mulutku ini. Aku menggelengkan kepalaku, menyubit tanganku sesakit mungkin. Meyakinkan diri, ini pasti mimpi, pasti mimpi. Aku mengusap usap mukaku,menggigit bibir sekeras mungkin. Tapi ini betulan sakit. Bekas cubitanku tadi aja berbekas merah kebiruan. Jantungku berdetak kencang, aaah gimana ini? Akupun melupakan tujuan awalku keluar kamar tadi. Segera aku kembali ke kamar, berbaring. Setidaknya kau harus tidur, anggap yang tadi itu ga ada, itu mimpi. Aku menarik nafas panjang, dan menghembuskannya untuk menenangkan diriku. Aku langsung tertidur, dan akupun ga mimpi apapun.

 

Paginya aku terbangun, aku mengingat kejadian tadi malam. Aaah pasti mimpi, pikirku. Akupun tersenyum, saat mau mengambil sendalku, tanpa sengaja bekas cubitan itu ada. Aku terbelalak, ahhhh bisa sakit jantung aku ini. Walaupun aku sangat mencintai Hyun oppa, mana kusangka kejadiannya bakalan kayak gini. Apa yang harus kulakukan, ahh mungkin……

Belum sempat aku melanjutkan pikiranku tadi, Hyun oppa datang, membawa bubur dan mie untuk sarapan ku. Entah kenapa aku terdiam, ga bergerak.

“Eh, Han, ini” katanya sambil menyodorkan nampan yang berisi sarapanku.

Sebenarnya aku terlihat sedikit canggung di dekat Hyun oppa. Tapi dia tidak menyadari, mungkin karena dia ga tau kali ya aku nguping.

Gomawo oppa” kataku. Sebenarnya kalupun Hyun oppa beneran bilang suka samaku aku ga baakalan nolak juga. Tapi kaaan….

“Eh Han…”katanya tiba-tiba.

“Ya oppa?”

“Aku mau bilang sesuatu, tapi bisakah kau letakkan dulu mangkuk itu?” katanya

“Eh..emmm…ya tentu oppa” kataku, aku mulai berkeringat.

“huuuuft, begini. Akupun ga tau harus mulai dari mana Han. Aku juga bingung. Sulit menjelaskan ini. Aku benar-benar ga ahli dalam hali ini. Tapi intinya begini…” dia menggantung kata-katanya, lalu berbisik,

“Saranghae”

“Ah?” aku sebenarnya kurang dengar dengan jelas.

“Apa oppa? Aku ga denger?” tanyaku

SA-RA-NG-HA-E” katanya setengah berteriak.

            Aku cuma bisa terdiam, ntah kenapa tanpa sadar aku memeluk Hyun oppa, dan aku menangis.

Tiba-tiba…

BRUUUUUUUK” sesuatu menabrak pintu kamar.

Hyun oppa langsung berdiri, dan membuka pintu. Dan ternyata di depan pintu ku lihat ada Jung Min oppa di paling depan bersama Kyu oppa, Saengi oppa bersebelahan dengan Rin Rin, tapi apa aku yang salah liha atau apa, Saengi oppa menggenggam tangan Rin Rin. Dan di paling belakan ada Jun oppa dan Hyun Minjee, dan ini sekali lagi apa aku salah liat atau apapun itu, Jun oppa merangkul Hyun Minjee. aku yakin lah mataku ga bermasalah. Karena yang paling ga ada masalah di tubuhku ya cuma mata. Tapi aku lega dan tenang, Jun oppa sama sekali ga ada ekspresi marah, malahan dia tersenyum lepas bersama Hyun Minjee. mereka semua menunjuk Jung Min oppa, hahaha kurasa dia pelakunya. Dan kami semua pun tertawa bersama “HAHAHAHAHA” and happy ever after (dan hidup bahagia selamanya)

THE END

 

Advertisements

About 501island

Hi, There! Just visit this fansite^^ fanfiction, news, and others.. let's play around

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s